Pelaku Wisata Tanah Datar Dilatih Tata Kelola Destinasi, Ini Kendala yang Dihadapi

Pelatihan tata kelola destinasi wisata bagi puluhan pelaku dan pengelola objek wisata di Tanah Datar
Pelatihan tata kelola destinasi wisata bagi puluhan pelaku dan pengelola objek wisata di Tanah Datar (ist)

TANAH DATAR , KLIKPOSITIF - Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Tanah Datar menggelar pelatihan tata kelola destinasi wisata bagi puluhan pelaku dan pengelola objek wisata yang ada di Tanah Datar .

Ahli Wisata Halal dari Pusat Kajian Pariwisata Universitas Andalas Padang Eka Mariyanti, SE.MM menyampaikan saat ini tren wisatawan baik mancanegara maupun domistik sudah berubah, bukan lagi mengunjungi destinasi yang ramai tapi sudah melihat objek unggulan yang disajikan.

baca juga: Puluhan Pengendara Masih Melanggar Saat Operasi Zebra, Ini Imbauan Polres Tanah Datar

"Untuk itu beberapa kendala yang dihadapi bagi destinasi wisata alternatif adalah tidak adanya kesamaan visi dan tujuan, rendahnya kesadaran masyarakat, rendahnya sumberdaya manusia pengelola, hambatan budaya lokal, serta pemaksaan atau pembohongan wisatawan," ucap Eka saat jadi narasumber di Hotel Emersia Batusangkar, Jumat 11 September 2020.

Eka juga menyebut beberapa masalah yang dihadapi bagi pelaku wisata berbasis kemasyarakatan adalah duplikasi model dan kurangnya diferensiasi produk, tidak ada standarisasi destinasi wisata , tidak ada potensi lokal, keterbatasan akses, lemah dalam pengemasan paket wisata , rendahnya SDM lokal dan masih kurangnya komitmen pemerintah daerah.

baca juga: Satgas Bencana BUMN Sumbar Salurkan Puluhan Ribu Masker untuk Masyarakat

"Mengatasi masalah dan kendala tersebut maka dibutuhkan semua stakeholder harus paham untung rugi pariwisata, harus bersikap menerima wisatawan, mau belajar dengan contoh, dan memahami apa yang diinginkan masyarakat," tutur Eka.

Sementara itu, pemateri lainnya yang juga dari TDC Unand, Dr. Ferry menyebut untuk perbaikan dan kemajuan destinasi wisata diperlukan partisipasi dan kolaborasi bagi setiap pemangku kepentingan dan harus regulasi atau peraturan tertulis dalam pelaksanaan pengembangan pariwisata di daerah.

baca juga: Hari Ini 11 Warga Tanah Datar Positif COVID-19, Satu Orang Meninggal Dunia

Penulis: Irfan Taufik | Editor: Ramadhani