Kasus Corona Masih Melonjak, Pemkab Pessel Larang Pesta Pernikahan dan Panggung Hiburan

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Haswandi)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Bupati Pesisir Selatan ( Pessel ), Sumatera Barat, Hendrajoni keluarkan instruksi pelarangan kegiatan pesta, panggung hiburan dan kegiatan keramaian yang menghimpun banyak orang di tengah lonjakan kasus pandemi belakangan ini.

Instruksi ini, tertuang dalam surat nomor :100/203/GTC-VIII/2020, ditandatangani Hendrajoni pada 10 September 2020. Bagi kepala perangkat daerah, pimpinan vertikal, pimpinan BUMN/BUMD, Camat dan Wali Nagari diminta untuk menindaklanjuti di tengah masyarakat.

baca juga: Terus Melonjak, Angka Positif Corona di Indonesia Sudah 385.980 Kasus

"Menghentikan/melarang kegiatan pesta, panggung hiburan dan kegiatan keramaian sejenis sampai batas waktu yang belum ditentukan mengingat penambahan dan penyebaran kasus terkonfirmasi COVID-19 masih meningkat dan belum terkendali," jelas instruksi Bupati pada bagian kesatu.

Pada instruksi bagian kedua, kegiatan pernikahan dan akad nikah harus dengan menerapkan protokol COVID. Di antaranya seperti, membatasi jumlah kehadiran keluarga kedua calon pengantin (Cantin) dengan maksimal 10 orang di rumah atau balai nikah.

baca juga: Sudah Lama Mangkrak, Andre Rosiade Lanjutkan Pembangunan Masjid di Lunang Pessel

Lalu, untuk yang menyelenggarakan pernikahan dan akad nikah di masjid/gedung pertemuan dibatasi dengan maksimal 20 sampai 30 orang.

"Dengan ketentuan kondisi ruangan memadai untuk penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19," jelasnya sesuai instruksi kedua bupati.

baca juga: Inggris Uji Coba Tes Air Liur Untuk Deteksi Virus COVID-19

Selain itu, pada bagian ketiga para kepala perangkat daerah, pimpinan vertikal, pimpinan BUMN/BUMD, Camat dan Wali Nagari juga harus mensosialisasikan Perbub Pesisir Selatan Nomor 28 Tahun 2020.

Dalam Perbub itu, diatur tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 secara masif kepada lingkungan instansi masing-masing dan masyarakat luas.

baca juga: Rencana Vaksinasi COVID-19 pada Minggu kedua November Terancam Molor

Instruksi Bupati mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Painan oleh Bupati Hendrajoni sejak 10 September 2020 lalu.

Diketahui sejak 31 Juli 2020, angka kasus COVID-19 bertambah drastis mencapai 67 kasus. Padahal sebelumnya hanya 19 kasus sejak April 2020 lalu.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Haswandi