Syekh Ali Jaber: Ulama Diserang, Pelakunya Disebut Gila?

Syekh Ali Jaber
Syekh Ali Jaber (Net)

KLIKPOSITIF - Syekh Ali Jaber mengungkapkan kekesalannya ketika penusuk dirinya disebut orang gila. Syekh Ali Jaber tidak terima itu.

Bahkan Syekh Ali Jaber mengungkapkan ada isu seorang ulama diserang dan diancam, maka sang pelaku langsung disebut gila. Malah, jika tokoh Islam menjadi pelaku kejahatan, maka dicap teroris.

baca juga: Terpapar Luapan Karbon Monoksida, 16 Pekerja Tambang Tewas Seketika

Syekh Ali Jaber meminta-minta umat Islam dan masyarakat agar tidak terprovokasi atas peristiwa penikaman yang menimpanya pada Minggu (13/9/2020) di Masjid Falahuddin, Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung.

Ia meminta agar seluruh elemen masyarakat tetap bersabar dan tidak melakukan tindakan yang hukum apapun atau berburuk sangka (suudzhon) kepada siapapun dan tetap berbaik sangka (khusnudzon).

baca juga: Pesawat Angkatan Udara Ukraina Jatuh saat Latihan, 22 Orang Tewas

Memang berita-isu kok kalau ulama yang diserang, pelakunya dibilang orang gila. Tapi kalau pelakunya dibilang teroris. Sabar, sabar. Kami harus berbaik sangka karena banyak orang mau memadamkan Al Quran. Tapi yakini tidak ada yang mampu padamkan itu, Syekh Ali Jabar saat melakukan janji pers di Bandarlampung, Senin siang.

Bahkan dengan kejadian ini membuat saya lebih semangat lagi dalam melanjutkan dakwah. Maka kemarin saya minta acara di Lampung jangan ditunda dan digeserkan sedikitpun, "kata dia.

baca juga: Polisi Pariaman Tangkap Dua Orang Pengedar Narkoba

Usai peristiwa penikaman tersebut pihaknya tetap melanjutkan dakwah di masjid lainnya di Bandarlampung.

"Dan alhamdulillah hari ini saya bisa berkumpul di tempat ini," kata dia.

baca juga: Harga Tanaman Ini Disebut Sampai Rp100 Juta, Apa Istimewanya?

"Insya Allah siang nanti saya akan pulang ke Jakarta dan mendapat perhatian dari aparat keamanan bahkan Kapolda Lampung sudah menemui saya dan Wakapolri pun telah menelpon saya dan berbicara akan usut tuntas kejadian ini untuk melihat siapa yang ada di belakang pelaku," kata dia.

Sumber: Antara / Suara.com

Editor: Eko Fajri