Pencarian Nelayan yang Hilang di Pariaman Dilanjutkan Besok

Persiapan pencarian RK
Persiapan pencarian RK (Rehasa)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Karena cuaca telah gelap, pencarian seorang nelayan yang dinyatakan hilang di laut dihentikan pada pukul 19.00 WIB, Selasa 15 September 2020. Pencarian akan dilanjutkan pada pukul 08.30 WIB Rabu 16 September 2020 besok, dengan rute yang lebih luas lagi.

Pada Selasa 15 September 2020 ini, Tim SAR gabungan telah mencari korban di sekitar lokasi kejadian, mulai dari kawasan Pulau Ujung, Pulau Tangan dan Pulau Kasak. Namun pencarian tersebut belum membuahkan hasil.

baca juga: Bawaslu Pariaman Bentuk Saka Adhyasta untuk Mendukung Pengawasan Pemilu

Tim gabungan itu sendiri terdiri dari Basarnas Sumbar, BPBD, Tagana Kota Pariaman , Tagana Padang Pariaman , Polisi Air, Satpol PP, PMI dan relawan serta nelayan .

Sebelumnya, seorang nelayan dengan inisial RK dinyatakan hilang saat menangkap ikan di perairan laut Pariaman pada Senin (14/9/2020). Korban jatuh dari kapal dan tidak bisa diselamatkan.

baca juga: Patroli saat Libur Panjang, Polisi Pariaman akan Menyasar Lokasi Objek Wisata

"Sampai saat ini korban belum ditemukan. Ini pencarian ke dua semenjak dilaporkan hilang . Berdasarkan keterangan adik RK, kakak nya sakit dan terjatuh dari kapal," ungkap Wali Kota Pariaman , Genius Umar yang ikut memantau pencarian korban, Selasa 15 September 2020.

Dikatakannya lagi, karena saat itu cuaca di laut tengah terjadi badai, RK tidak dapat diselamatkan. "Semoga usaha kita dalam melakukan pencarian korban ini membuahkan hasil dan dapat ditemukan secepatnya," harap Genius.

baca juga: Operasi Zebra, Ini Harapan Kasat Lantas Polres Pariaman

Diketahui juga, saat menangkap ikan, kedua nelayan tersebut tidak memiliki pelampung untuk kesiapsiagaan. Hal ini menjadi perhatian bagi Genius Umar.

"Kami mengimbau kepada para nelayan agar mempersiapkan pelampung saat nelayan . Jika ada kendala di tengah laut, pelampung banyak gunanya," katanya.

baca juga: Seekor Hiu Tutul Tersangkut Jaring Nelayan di Pessel, Begini Kondisinya

Penulis: Rehasa | Editor: Haswandi