Radius Pencarian Nelayan yang Hilang di Pariaman Diperluas

Pencarian hari ke tiga
Pencarian hari ke tiga (Rehasa)

PARIAMAN , KIKPOSITIF- Tim gabungan masih gigih mencari Riko (24), nelayan yang tenggelam di laut Pariaman saat mencari ikan pada Senin (14/9).

Saat ini tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, Tagana, Polisi Air, Satpol PP, PMI dan relawan serta nelayan telah melakukan pencarian dari pagi hari. Wali Kota Pariaman , juga telah dua hari ikut mengkomandoi pencarian nelayan asal Desa Marunggi, Kota Pariaman .

baca juga: Usung Program Kerakyatan, Masyarakat Pasar Gadang Pancung Soal Pessel Dukung Fakhrizal-Genius Umar Pimpin Sumbar

"Ini adalah hari ke tiga pencarian korban (Riko), pencarian berawal dari titik korban tenggelam yaitu di sekitar Pulau Tangah Kota Pariaman . Tim masih gigih melakukan pencarian ," ungkap Genius Umar, Rabu 16 September 2020.

Lebih lanjut Genius menuturkan, karena pencarian di lokasi perairan Pariaman tidak menuai hasil, tim memperluas radius pencarian hingga keluar dari batas perairan kota tersebut.

baca juga: Masyarakat Sumbar akan Divaksin COVID-19? Gubernur Minta Disosialisasikan Dulu

"Radius pencarian diperluas hingga ke luar perairan Pariaman yakni ke arah Selatan dan Utara," sebut Genius.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Kota Pariaman , Azman mengatakan, saat ini untuk melakukan pencarian tidak ada kendala.

baca juga: Milad ke 65, UMSB Launching Logo Baru

"Selagi cuaca masih aman, tidak membadai pencarian tetap berlangsung. Hingga sekarang cuaca masih mendukung untuk melakukan pencarian ," sebut Azman.

Harapannya, pencarian segera menuai hasil, menimbang hari ini telah masuk pada hari ke tiga pencarian . "Mudah-mudahan dapat hasilnya. Segala upaya dari tim telah dilakukan, saat ini pencarian diperluas. Tim tidak bakal berhenti di hari ke tiga ini," ucap Azman.

baca juga: Kadis Kesehatan Pemko Pariaman Positif COVID-19

Sebelumnya, Riko dikabarkan tenggelam pada Senin (14/9). Dia melaut berdua saja dengan adiknya, selain itu, Riko juga dikabarkan punya penyakit epilepsi. Selain itu saat jatuh dari kapal Riko dan adiknya tidak memiliki pelampung.

Penulis: Rehasa | Editor: Ramadhani