Utamakan Protokol Kesehatan, Cara PT Pos Indonesia Cabang Padang Cegah COVID-19

Warga sedang antri saat menerima BST di Kantor Pos Indonesia Cabang Padang, Jalan Bagindo Azizchan.
Warga sedang antri saat menerima BST di Kantor Pos Indonesia Cabang Padang, Jalan Bagindo Azizchan. (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Banyaknya masyarakat yang melakukan pengambilan Bantuan Sosial Tunai (BST) membuat PT Pos Indonesia Cabang Padang melaksanakan beberapa perubahan dalam pelayanan.

Sejak penyerahan pertama BST dari Kementrian Sosial, PT Pos Indonesia selalu mengubah pelayanan agar tidak membuat penyebaran Covid-19 semakin meningkat saat masyarakat mengambil uang bantuan.

baca juga: Positif Covid-19 di Solok Capai 221 Kasus, 6 Orang Meninggal

"Untuk pelayanan, kami menyesuaikan dengan Surat Edaran Gubernur saja. kami membuat instruksi berupa spanduk di depan pintu dan kita tulis kawasan wajib menggunakan masker dan mematuhi protokol kesehatan," kata Kepala Kantor Pos Indonesia cabang Padang, Sartono, Kamis 17 September 2020.

Menurunya, setiap penerima bantuan wajib menggunakan masker. Jika tidak, maka akan disuruh pulang. "Kami meminta mereka menggunakan masker sesuai dengan standard kesehatan," katanya.

baca juga: Kasus COVID-19 Hari Ini di Solsel, 10 Positif dan Dua Pasien Dinyatakan Sembuh

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan wastafel di halaman depan dan di dekat pintu. "Jadi, sebelum masuk mereka bisa mencuci tangan di situ ada dua galon besar sehingga tidak terlalu panjang antriannya," lanjutnya.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan kursi yang cukup. "Jadi kursi itu juga kami beri tanda marka dengan jarak kurang lebih satu meter. Sehingga mereka tetap bisa duduk dengan rapi dan tetap menjaga jarak," lanjutnya.

baca juga: Pelajar Bunuh Diri Diduga Depresi Belajar Daring, Ini Komentar Kemendikbud

Untuk antrian di petugas verifikasi, pihaknya juga mewajibkan petugasnya untuk menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Petugas PT Pos Indonesia Cabang Padang menggunakan masker, facesield, sarung tangan dan juga menyediakan handsanitizer.

"Petugas kami juga harus aman. Jadi kami selain menyediakan rambu-rambu itu, petugas juga menggunakan APD," lanjutnya.

baca juga: Pemerintah: 2.020 Hoaks Beredar di Medsos Terkait Covid-19

Dalam melakukan proses verifikasi data, pihaknya kembali memberikan marka antrian kurang lebih dengan jarak tiga ubin yang diperhitungkan kurang lebih satu meter.

"Petugas kami juga ada yang mengingatkan masyarakat agar berdiri di garis yang sudah kami buat itu, agar jarak tetap terjaga. Kita tetap menaati psikal distancing, jadi tidak terlalu dempet," lanjutnya.

Selain itu, pihaknya juga membuat penjadwalan. "Jadwal ini kami buat tidak terlalu padat. Kami perkirakan misalnya satu hari 800 orang. Dengan jumlah itu, kami bisa mengendalikan massa yang datang ke kantor Pos," tutupnya.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Eko Fajri