Syukuran, Petani di Solsel Sembelih Kerbau

Sekda Solsel Yulian Efi, Ketua DPRD Zigo Rolanda Wali Lubuk Gadang Timur Kasri melihat langsung Sawah masyarakat seberang Sangir usai syukuran menyemblih Kerbau
Sekda Solsel Yulian Efi, Ketua DPRD Zigo Rolanda Wali Lubuk Gadang Timur Kasri melihat langsung Sawah masyarakat seberang Sangir usai syukuran menyemblih Kerbau (Kaka)

SOLSEL KLIKPOSITIF - Para petani di Seberang Sungai Batang Sangir Nagari Lubuk Gadang Timur Kabupaten Solok Selatan Sumatera Barat menyembelih kerbau untuk menggelar syukuran cetak sawah baru dan irigasi Sungai Dahan. Mereka sebanyak 100 Kepala Keluarga atau lebih kurang 500 jiwa juga bersyukur, karena pandemi Corona tidak berdampak besar bagi kebutuhan pokok mereka.

"Alhamdulillah, meskipun ada wabah virus Corona, tetapi kami di sini tidak kekurangan bahan kebutuhan pokok," kata petani Seberang Sangir Yon Hardinata (39).

baca juga: Bawaslu Solsel Perpanjangan Waktu Perekrutan PTPS, Berminat?

Yon mengatakan rata-rata satu KK di sana memiliki sawah seluas satu hektare yang menghasilkan padi sebanyak 7,5 ton setiap lima bulan dengan 2,5 kali masa tanam setiap tahun.

Meski Corona tidak berpengaruh besar, namun Feri (35), warga lainnya menyebut jika kesulitan terbesar masyarakat di sana karena belum adanya sarana transportasi yang bisa dilalui kendaraan roda empat untuk mengangkut hasil pertanian ke Pasar Padang Aro.

baca juga: KPU Solsel: Laporkan Jika Ada Anggota KPPS Terindikasi Tidak Netral

"Kalau untuk konsumsi kami sudah lebih dari cukup. Tapi untuk menjadi nilai tambah ekonomi masih jauh, karena terlalu besar biaya yang dikeluarkan untuk menjadikan uang hasil pertanian kami ini," katanya.

Afriadi Rasyid penyuluh pertanian di daerah itu mengungkapkan sebelum tahun 2010 daerah tersebut belum begitu produktif.

baca juga: KUA-PPAS APBD Solsel 2021 Disepakati, Ketua DPRD Soroti Hal Ini

"Berkembang dan menjadi sumber ekonomi masyarakat sejak adanya program pemerintah untuk cetak sawah baru ditahun 2010 seluas 40 hektare," kata edi

Edi menambahkan, pada tahun 2017, daerah itu kembali mendapatkan program cetak sawah baru seluas 49 hektare.

baca juga: Ini Pelanggaran yang Mendominasi Selama Dua Hari Operasi Zebra di Solsel

Saat ini katanya, Sawah di daerah itu sudah lebih seratus hektare karena masyarakat juga sudah ada yang mencetak sawah sendiri, termasuk 16 hektare sawah yang dicetak sebelum tahun 2010

"Dengan adanya irigasi Sungai Dahan, produksi padi cukup bagus yaitu sekitar 7,5 ton per empat bulan, atau sekitar 750 ton keseluruhannya setiap panen," katanya.

Dia berharap kepada pemerintah untuk dapat membangun jembatan yang layak, yang bisa dilewati kendaraan roda empat guna mengangkut hasil pertanian masyarakat di daerah itu.

"Jembatan saat ini hanya bisa dilewati kendaraan roda dua, kami berharap perhatian pemerintah untuk membangun jembatan yang bisa dilewati minimal kendaraan roda empat sehingga hasil pertanian masyarakat disini bernilai jual lebih," katanya.

Wali Nagari Lubuk Gadang Timur Kasri mengatakan cukup bangga dengan semangat warganya yang serius menggeluti usaha tani walaupun dengan peralatan seadanya.

"Mereka sangat bersemangat, tidak ada lahan terlantar di sini, harapannya ada perhatian dari pemerintah untuk bantuan peralatan pertanian , baik sebelum maupun pasca panen," katanya.

Selain itu, pihaknya juga berharap campur tangan pemerintah daerah hingga pusat untuk membantu pengurusan penurunan status kawasan hutan konservasi di daerah itu.

Hal itu katanya, disebabkan Petani di daerah itu berbatasan lansung dengan kawasan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), sehingga sangat sulit untuk perluasan lahan pertanian , sementara jumlah penduduk terus bertambah,

"Di sini diharapkan peran pemerintah daerah hingga pusat untuk penurunan status kawasan hutan guna perluasan lahan pertanian ," katanya.

Ketua DPRD Solsel Zigo Rolanda saat menghadiri acara syukuran tersebut mengatakan sebagai daerah penyangga pangan Solok Selatan daerah tersebut patut menjadi skala prioritas pembangunan.

"Ya, harus menjadi skala prioritas pembangunan kedepan, karena daerah ini adalah penyangga pangan Solok Selatan ," katanya

Selain itu, imbuhnya, DPRD bersama Bupati mesti memperjuangkan untuk penurunan status kawasan hutan di wilayah itu.

"Ini harus menjadi perhatian oleh pemerintahan mendatang, dan kami di DPRD akan perjuangkan kebutuhan masyarakat di sini," katanya.

Di tempat yang sama Sekretaris daerah Solsel Yulian Efi mengatakan sektor ekonomi kerakyatan khususnya pertanian telah terbukti mampu bertahan di tengah Pandemi Covid-19.

"Sektor ekonomi kerakyatan ini harus ditopang, terutama untuk ketahanan pangan, caranya tentu dengan membantu para petani dengan program," katanya.

Penulis: Kamisrial | Editor: Haswandi