Begini Perkembangan Virus Corona di Bukittinggi, dari Awal Hingga Terjadi Penambahan Kasus Baru Tiap Hari

Ilustrasi Kota Bukittinggi
Ilustrasi Kota Bukittinggi (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -- Pandemi virus corona sudah berlangsung 6 bulan di Bukittinggi. Belum ada tanda virus menular itu segera berakhir, bahkan sepertinya mulai tak terkendali dengan penambahan kasus baru setiap harinya.

Berikut sekilas tentang perjalanan penularan COVID-19 di Bukittinggi dalam catatan KLIKPOSITIF .

baca juga: Banyak Masyarakat Tak Percaya, Ketua Satgas: Covid-19 Bukan Konspirasi

Penularan di Bukittinggi terjadi pertamakali pada Kamis 26 Maret 2020 seorang warganya dinyatakan positif. Hari itu juga, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengumumkannya ke publik. Masih di hari yang sama, Ramlan juga mengkonfirmasi penambahan 1 pasien lagi dan beberapa hari kemudian terjadi penambahan kasus sehingga totalnya menjadi 4.

Saat terjadi kasus awal, publik langsung panik dan mendadak kota menjadi sepi. Isu berkembang pun mulai liar, Bukittinggi disebut akan lockdown namun hal ini tidak pernah terjadi. Kamis 9 April 2020, Bukittinggi mengkonfirmasi penambahan kasus ke-5, seorang perempuan dalam keadaan hamil. Sayangnya ia meninggal dan tercatat menjadi pasien pertama di Bukittinggi yang meninggal karena COVID-19.

baca juga: Fadli Zon: Vaksin Ini Gaib Kayak 'Mobil Itu', Bang Karni Sisakan Kursi Kosong Juga Untuk Menkes

Rabu 22 April 2020, mengingat penularan terus mengancam Bukittinggi memutuskan melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Mendadak, kota menjadi senyap karena terjadi pemeriksaan ketat bagi pendatang di perbatasan dan objek wisata, serta sekolah resmi ditutup.

Sabtu 25 April 2020, Bukittinggi mencatat zero kasus COVID-19 karena keempat pasiennya dinyatakan sembuh setelah dirawat di RSAM.

baca juga: Aliansi Dokter Dunia Sebut Covid 19 Hasil Rekayasa, Satgas Covid-19: Itu Misinformasi

setelah tidak ada penambahan kasus selama1 bulan, pada Kamis 7 Mei 2020, terjadi penambahan 4 kasus baru COVID-19 di Bukittinggi.Dua diantaranya merupakan tenaga kesehatan di Puskesmas Baso.

Jum'at 8 Mei 2020, Wali Kota Bukittingi kembali mengumumkan penambahan satu pasien baru yang punya riwayat perjalanan dari Jakarta. Ini kasus ke-10.

baca juga: KTT G20 Dilangsungkan Secara Virtual Akhir November

Selasa 12 Mei 2020, terjadi penambahan pasien COVID-19 terbaru, pasutri dinyatakan positif dan dirawat di RSAM.

Jum'at-Sabtu15/16 Mei 2020. Terjadi lagi 3 penambahan dan membuat total kasus di Bukittinggi menjadi 15. 2 diantara 3 penambahan ini berasal dari positifnya dokter bedah dan seorang karyawan hotel.

Kamis 21 Mei 2020, lagi-lagi ada warga Bukittinggi terpapar COVID-19 dan totalnya menjadi 17 kasus sejak awal penularan. Pada 1 Juni 2020, Bukittinggi mengambil langkah berani dengan keluar dari PSBB dan masuk ke tatanan kehidupan baru. Semua warganya wajib menjalankan protokol kesehatan. Objek wisata dibuka kembali dan ekonomi mulai bergeliat.

Sabtu 20 Juni 2020, Bukittinggi mengkonfirmasi tak ada penambahan kasus selama sebulan dan pasien terakhirnya pun sembuh sehingga Bukittinggi zero COVID-19.

28 Juni-6 Juli 2020, Bukittinggi menambah 3 pasien baru sehingga totalnya menjadi 20. 16 sembuh, 1 meninggal dunia dan 3 dirawat. Rabu 15 Juli 2020, Bukittinggi kembali zero COVID-19 setelah pasiennya sembuh dalam rawatan RSAM.

"Agustus-September 2020, seketika terjadi lonjakan kasus di Bukittinggi dalam 2 bulan tersebut dengan total tambahan 175 lebih pasien." kata Kepala Dinas Kesehatan Yandra Ferry.

Jumlah ini dikatakannya pada Rabu 16 September 2020. Kemarin, Kamis 17 September terjadi tambahan 14 kasus sehingga total kasus di Bukittinggi hingga kemarin menjadi 219. Rinciannya meninggal 5 dan sembuh 39. Sisanya masih menjalani perawatan.

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Ramadhani