Pandemi Corona Membuat PMI Pasbar Krisis Stok Darah

Kepala Markas PMI Pasaman Barat, Rida Warsa atau akrab dipanggil Kak Ujang
Kepala Markas PMI Pasaman Barat, Rida Warsa atau akrab dipanggil Kak Ujang (Irfansyah Pasaribu)

PASBAR , KLIKPOSITIF - Kepala Markas PMI Pasaman Barat , Rida Warsa mengungkapkan, PMI kesulitan untuk mendapatkan pendonor darah di masa pandemi Virus Corona yang sedang berlangsung ini.

Ia mengatakan selama masa pandemi Virus Corona ini, pihaknya hanya bisa mengumpulkan sekitar 65 kantong darah. Hal itu sangat jauh berkurang sebelum masa pandemi terjadi.

baca juga: Seorang Anggota DPRD Pasaman Barat Positif Corona

"Sebelum masa pandemi, kita bisa mengumpulkan sekitar 250 kantong darah dalam sebulan, sementara permintaan terus meningkat," kata Rida Warsa, Jumat 18 September 2020.

Menurut Rida Warsa, pada masa pandemi ini para pendonor yang secara reguler atau instansi-intansi yang sudah biasa mendonorkan darahnya, kini jarang berdonor.

baca juga: Tuduhan Penyaluran BPUM Ditunggangi, Ini Klarifikasi Kadis Koperindag Pasbar

Untuk itu pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipasi akan kelangkaan stok darah di PMI Pasaman Barat , seperti mengaktifkan kembali organisasi atau kelompok pendonor.

"Kita telah mengaktifkan kembali sebanyak 37 kelompok pendonor di Pasaman Barat . Meski telah diaktifkan palingan separoh anggota kelompok itu yang aktif mendonor. Kita tidak bisa memaksakan," ungkapnya.

baca juga: Polisi Tangkap Tangan Pelaku Togel Online di Pasaman Barat

Ia menerangkan permasalahan krisis stok darah tersebut bukan menjadi masalah PMI Pasaman Barat saja. Malahan permasalahan kekurangan stok darah tersebut sudah menjadi masalah nasional.

"Kita sangat khawatir dengan permasalahan ini, sementara di Pasaman Barat dalam sebulan membutuhkan darah sebanyak 300 kantong," terang Rida Warsa yang akrab dipanggil Kak Ujang itu.

baca juga: Mahasiswa Segel Kantor DPRD Pasaman Barat

Kak Ujang menambahkan jika stok darah benar-benar habis dan ada pasien yang membutuhkan bantuan. Jalan satu-satunya adalah mencari darah dari keluarga pasien itu sendiri atau orang terdekatnya untuk menjadi pendonor.

"Kita hanya bisa membantu sejauh itu di masa pandemi ini, meski demikian kita terus berupaya agar krisis darah ini bisa teratasi sehingga pasien yang membutuhkan darah bisa terbantu," tutur Kak Ujang ini mengakhiri.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Haswandi