Tipu Korban Rp106 Juta, Wakapolda Gadungan Dibekuk Polisi Solok

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Haswandi)

SOLOK , KLIKPOSITIF - Aksi penipuan dengan modus sebagai pejabat kepolisian terungkap di Solok . Pelaku mengaku sebagai Wakapolda Lampung dan bisa menjamin masuk polisi. Aksi itu membuat korban tertipu dan mengalami kerugian sebesar seratus juta lebih.

Kasus tersebut bermula saat korban, Iswan (50) warga Nagari Batu Bajanjang, Kecamatan Lembang Jaya Kabupaten Solok hendak memasukan anaknya ke sekolah polisi.

baca juga: Resmikan Masjid Baabul Jannah, Bupati Solok Teringat Masa Kecilnya

Sekira bulan Mei 2020, korban berkenalan dengan salah seorang pelaku E (DPO). Saat itu Korban bercerita hendak memasukan anaknya ke sekolah kepolisian.

Mendapat cerita itu, E kemudian menawarkan bantuan dimana dalam pengakuannya, ia memiliki paman yang saat ini menjabat sebagai Wakapolda Lampung dan bisa memasukkan anaknya ke sekolah kepolisian.

baca juga: Salahi Aturan, Bawaslu Solok Telah Tertibkan 1.916 APK

Tanpa menaruh curiga, korban kemudian diberikan nomor telpon tersangka DH (49) yang disebut sebagai Wakapolda Lampung. Hubungan komunikasi dilakukan via telpon oleh korban dengan tersangka DH yang merupakan warga Kota Solok .

Korban yang lantas percaya saja dengan E, kemudian menghubungi tersangka DH yang mengaku Wakapolda Lampung. Oleh DH, korban dimintai uang 100 juta untuk biaya memasukkan anaknya ke kepolisian.

baca juga: Tepati Janji, Andre Realisasikan Bantuan untuk Tiga Masjid di Kabupaten Solok

Korban yang tidak memiliki uang sebanyak itu kemudian berjanji untuk mencicilnya. Korban kemudian mencicil uang yang diminta dengan cara mengirimkan melalui rekening.

"Total keselurahan uang yang dikirimkan Rp106.900.000,- oleh korban kepada tersangka melalui rekening atas nama RS," terang Kapolres Solok Kota AKBP Ferry Suwandi, Jumat (18/9/2020).

baca juga: Kasus Covid-19 di Kota Solok Terus Bertambah, Masyarakat Diimbau Terapkan 4 M

Namun apa yang dijanjikan oleh Wakapolda Lampung gadungan itu tidak terbukti, anak korban yang mengikuti tes masuk polisi tidak lulus. Korban mencoba menghubungi tersangka, namun nomornya tidak bisa dihubungi.

Merasa tertipu, korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Mapolres Solok Kota. Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan mengantongi identitas pelaku.

"Pelaku DH berhasil diamankan di kawasan Tikalak, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok ," terang Kapolres.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan 2 unit handphone, 1 buku tabungan, 1 ATM, dan 2 stel pakaian. Pelaku langsung digelandang ke Mapolres Solok Kota.

Pelaku diancam dengan pasal 378 KUHP dengan ancaman pidana kurungan 4 tahun penjara. Sementara itu, petugas masih melakukan pengejaran terhadap pelaku E yang saat ini masih buron.

Penulis: Syafriadi | Editor: Haswandi