Kabar Gembira, THL Pemko Payakumbuh Akan Terima BLT Subsidi Gaji

Ilustrasi.
Ilustrasi. (net)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Tenaga Harian Lepas (THL) dari 28 organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Payakumbuh diajukan sebagai penerima bantuan bantuan subsidi upah (BSU) atau BLT subsidi gaji dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan IKM Kota Payakumbuh Wal Asri menyebut, THL di daerah tersebut memang terdaftar di BPJS Tenaga Kerja yang menjadi salah satu prasyarat penerima bantuan tersebut.

baca juga: Polres Payakumbuh Musnahkan Barang Bukti Ganja Seberat 98,3 Kg

"Kami sudah anggarkan untuk ini (BPJS Tenaga Kerja), sebab ini menjadi tanggung jawab kami sebagai pemberi kerja dan itu menjadi hak bagi tenaga kerja," kata Wal Asri.

Termasuk THL Pemko Payakumbuh , pihaknya telah mengirimkan 1.608 data pekerja ke BPJS Tenaga Kerja cabang Bukittinggi.

baca juga: Pemko Payakumbuh tak Batasi Jumlah Penerima BPUM Tahap II

"Selain THL di OPD juga ada pekerja lain dari perusahaan swasta, industri, dan beberapa guru di sekolah negeri dan swasta. Kalau berapa yang menerima tentu ditentukan oleh pusat nantinya," tambahnya.

Dikatakan Wal Asri, dari 31 OPD di Payakumbuh , terdapat 28 OPD yang tergabung di BPJS Tenaga Kerja dan tiga OPD lainnya bekerja sama dengan PT. Taspen.

baca juga: Transfer Dana Pusat Berkurang, Kota Payakumbuh Harus Lakukan Efisiensi Pada APBD 2021

"Untuk THL dari tiga OPD yang terdaftar di PT. Taspen masih menunggu program serupa," tambahnya.

Dia menerangkan, untuk jaminan tenaga kerja sendiri memang tidak secara spesifik diatur.

baca juga: Operasi Yustisi di Payakumbuh Sembilan Hari, 196 Pelanggar Protokol Kesehatan Ditindak

"Yang penting itu bagi kami adalah ada jaminan untuk tenaga kerja baik kesehatan maupun ketenaga kerjaan," ujarnya.

Ia mengatakan selain pemenuhan tanggung jawab, hal ini juga untuk memberikan contoh bagi seluruh perusahan yang ada di Kota Payakumbuh agar memberikan hak-hak karyawan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Kami kan terus meminta agar seluruh perusahaan itu memenuhi hak dari pekerjanya, jadi contohnya harus dari kami dulu. Sehingga ketika kami mengajak dan kami telah melakukannya, tentu akan lebih mudah memberikan pemahamannya," sebutnya. (*)

Editor: Taufik Hidayat