DPRD Minta Proses Perubahan RPJPD Sumbar 2005-2025 Dipercepat

Rapat paripurna
Rapat paripurna (KLIKPOSITIF/Fitria Marlina)

PADANG, KLIKPOSITIF - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat meminta proses pembahasan perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Sumatera Barat perlu dipercepat. Hal ini agar perubahan RPJPD itu bisa dijadikan pedoman dalam penyusunan RPJMD Sumbar tahun 2021-2026.

Wakil Ketua DPRD Sumbar, Suwirpen Souib mengatakan, sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, peradaban dunia telah banyak mengalami perubahan dalam sepuluh tahun terakhir.

baca juga: DPRD Sumbar Minta Pemprov Buat Aturan Khusus Terkait Pelaksanaan MTQ Saat Pandemi

"Prinsip dunia tanpa batas, betul-betul telah menjelma dalam kehidupan masyarakat. Pendekatan-pendekatan dalam bidang politik, pembangunan, ekonomi, pendidikan telah mengalami perubahan yang mendasar. Perubahan-perubahan tersebut hendaknya diakomodir dalam perubahan RPJPD, sehingga hasil perubahannya relevan dengan kondisi dan perubahan zaman," jelasnya dalam rapat paripurna penyampaian pandangan fraksi, Selasa, 15 September 2020.

Ia menuturkan, dalam rapat sebelumnya, gubernur menyampaikan nota penjelasan terhadap Ranperda tentang perubahan atas Perda Nomor 7 tahun 2008 tentang RPJPD Provinsi Sumbar tahun 2005-2025.

baca juga: Komisi Satu DPRD Sumbar Sosialisasi Perda AKB di Lubuak Aluang Padang Pariaman

Dalam nota itu dijelaskan sasaran dilakukan perubahan atas RPJPD Sumbar tahun 2005-2025 serta materi yang mengalami perubahan. "Alasan yang paling tepat sebagai alasan berubahnya RPJPD Sumbar tahun 2005-2025 adalah perubahan yang mendasar mencakup bencana alam, krisis ekonomi, dan perubahan kebijakan nasional," terangnya.

Pasca ditetapkannya Perda tentang RPJPD Sumbar tahun 2008, terjadi bencana gempa besar pada tahun 2009 dan 2011, yang banyak merusakkan infrastruktur fisik dan ekonomi masyarakat. "Termasuk juga dengan situasi pandemi COVID-19, ekonomi global dan regional serta nasional mengalami konstruksi tajam dan membawa negara banyak ke jurang krisis ekonomi," paparnya. (*)

baca juga: Ketika Ada Dua Salat Jumat di DPRD Sumbar

Editor: Fitria Marlina