Cegah Penyeberan COVID-19, KPU Sumbar Gelar Penetapan Calon Pilgub Secara Tertutup

Anggota KPU Sumbar Divisi Teknis Izwaryani
Anggota KPU Sumbar Divisi Teknis Izwaryani (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19, Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Sumbar melaksanakan pengumuman penetapan bakal calon gubernur dan wakil gubernur secara tertutup yang akan dilaksanakan pada hari ini Rabu 23 September 2020.

Anggota KPU Sumbar Divisi Teknis Izwaryani mengatakan, pengumuman penetapan calon hanya dihadiri oleh ketua dan anggota KPU Sumbar serta sekretariat KPU Sumbar. Sementara itu, untuk pasangan calon, dan tidak tidak diperkenankan untuk hadir.

baca juga: Silaturahmi dengan Petani Tembakau, Audy Joinaldy Bertekad Berantas Monopoli Perdagangan

Tidak hanya itu, KPU juga tidak mengundang Bawaslu Sumbar serta awak media untuk meliput kegiatan tersebut. Izwaryani menjelaskan, hal tersebut dilakukan sudah sesuai dengan petunjuk teknis tahapan pilkada.

Ketua Bawaslu Sumbar Surya Efitrimen mengatakan, Bawaslu tidak diperkenankan untuk mengikuti kegiatan penetapan calon, dia mengatakan tidak mempersoalkan hal tersebut.

baca juga: Jika Terpilih, Nasrul Abit Akan Alokasikan 12 Persen APBD untuk Sektor Pertanian

"Saya yakin KPU pasti punya dasarnya kalau melakukan segala sesuatu nya, dan sesuai aturan yang ada. Kalau memang petunjuk prosedur pelaksanaannya seperti itu, siapapun harus terima, termasuk Bawaslu," katanya, Rabu, 23 September 2020 di Padang.

Satu hari setelah ditetapkan, pada tanggal 24 September dilanjutkan dengan pengundian nomor urut calon oleh KPU . Pada pengundian nomor urut calon ini kegiatan dilakukan secara terbuka, namun tetap membatasi jumlah tamu yang hadir.

baca juga: Di Pessel Indra Catri Minta Masyarakat Tak Terpengaruh Fitnah PKI Terhadap Nasrul Abit

"Pencabutan nomor urut baru terbuka, tapi tetap terbatas pesertanya. Dari pasangan calon hanya diperbolehkan membawa lima orang, kalau lebih dari lima orang datang maka tidak akan diperbolehkan masuk ke ruangan sebelum yang bersangkutan membubarkan anggota lainnya," jelas Izwaryani.

Sementara untuk pengawas pemilu atau Bawaslu hanya diperbolehkan masuk dua orang saja. Izwaryani juga menegaskan, bahwa pasangan calon tidak diperbolehkan datang dengan arak-arakan atau membuat kerumunan massa pada pencabutan nomor urut calon.

baca juga: Bawaslu Solsel: Dari 126 Kegiatan Kampanye, Satu Dibubarkan

"Namun yang sedihnya itu, teman-teman media tidak dikasih tempat untuk meliput kegiatan pencabutan nomor urut calon.

Melalui live streaming saja, atau kalau teman-teman media berkeinginan zoom kita akan komunikasi kan ke humas," tutupnya. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir