Bawaslu: Satu ASN Dilaporkan Terkait Dugaan Netralitas di Pilkada Pasbar

Divisi Hukum Penindakkan Pelanggaran dan Sangketa Bawaslu Pasaman Barat, Beldia Putra saat menerima laporan dari Tri Tegar Marunduri
Divisi Hukum Penindakkan Pelanggaran dan Sangketa Bawaslu Pasaman Barat, Beldia Putra saat menerima laporan dari Tri Tegar Marunduri (Istimewa)

PASBAR , KLIKPOSITIF - Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu ) Pasaman Barat telah menerima laporan atas dugaan pelanggaran netralitas seorang aparatur sipil negara (ASN) di Pilkada 2020.

"Kita telah menerima laporan dugaan pelanggaran netralitas ASN," sebut Divisi Hukum Penindakkan Pelanggaran dan Sangketa Bawaslu Pasaman Barat, Beldia Putra saat dihubungi KLIKPOSITIF , Kamis (24/9/2020).

baca juga: Ratusan Mahasiswa Unjuk Rasa di DPRD Pasaman Barat

Ia mengatakan, ada seorang ASN berinisial IN yang bertugas di Pemerintahan Kabupaten Pasaman dilaporkan pada Senin (21/9) lalu dan pihaknya juga telah memanggil saksi-saksi pada hari berikutnya.

"Kita saat ini tengah melakukan kajian. Saksi-saksi sudah kita klarifikasi, sedangkan saksi dari BKPSDM Pasaman Barat pun telah kita undang dan begitu juga terhadap terlapor," katanya.

baca juga: Terkait Netralitas, 7 ASN Kabupaten Solok Dipanggil Bawaslu

Menurut Beldia, sebelum dilakukan register laporan itu harus memenuhi dua syarat yakni syarat formil dan syarat materil. Sedangkan terhadap laporan itu telah memenuhi syarat.

"Setelah kita teliti syarat formil dan syarat materil nya, ternyata laporan tersebut memenuhi kedua syarat dan pada hari itu juga kita lakukan register," jelasnya.

baca juga: Denny dan Ruhut Sering Tampil Jadi Pembela Saat Jokowi Dikritik, Jerry Massie Beri saran Ini

Diterangkan Beldia, dalam proses penanganan kasus pelanggaran ASN itu waktu nya sangat singkat. Jika terbukti pihaknya harus segera meneruskan ke Komisi Aparatur Sipil Negara Republik Indonesia (KASN RI).

"Secepatnya akan kita kirim. Jika siap dalam 3 hari kajian ini nantinya dan apakah terbukti atau tidak maka hari keempat akan kita teruskan," terangnya.

baca juga: Pencalonan Zul Elfian Digugat Mantan Anak Buah ke Bawaslu Kota Solok

"Namun jika dipandang nanti dimintai keterangan tambahan dari pelapor, maka pelapor akan diundang lagi. Jadi ada waktu dua hari lagi," sambungnya.

Beldia juga mengungkapkan, ASN ini sebelumnya juga pernah melakukan pelanggaran netralitas ASN di pemilihan legislatif tahun 2019 lalu.

"ASN ini pernah melakukan pelanggaran yang sama, untuk sanksi nya saya lupa sanksi apa yang diterima oleh yang bersangkutan," ungkapnya.

Sementara pelapor Tri Tegar Marunduri mengatakan, saya melihat postingan ASN IN ini di group, setelah melihat itu saya mendatangi Bawaslu untuk melaporkan tindakan yang tidak mencontohkan sikap netralitas seorang ASN.

Ia menjelaskan, ASN itu membuat postingan di group facebook dengan menorehkan tulisan dan foto-foto baliho seolah menunjukkan sikap keberpihakan terhadap salah satu pasangan calon.

"Mari ciptakan demokrasi yang jujur dan adil, agar bisa melahirkan orang-orang berkualitas. Saya berharap, dengan laporan ini membuat efek jera terhadap ASN yang ingin berpihak dalam Pilkada ini," sambung Tegar yang juga anggota POKDAR KAMTIBMAS Pasaman Barat itu.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Eko Fajri