Dapat Nomor Urut 3 di Pilkada Lima Puluh Kota, Ini Maknanya Bagi SAFARI

Pasangan calon bupati Safarudin dan wakil bupati Lima Puluh Kota Rizki Kurniawan Nakasri memperlihatkan nomor urut 3 saat pengundian di Aula Bupati Lima Puluh Kota.
Pasangan calon bupati Safarudin dan wakil bupati Lima Puluh Kota Rizki Kurniawan Nakasri memperlihatkan nomor urut 3 saat pengundian di Aula Bupati Lima Puluh Kota. (Ade Suhendra)
LIMA PULUH KOTA , KLIKPOSITIF -

Pasangan Safaruddin-Rizki (SAFARI) akhirnya mendapatkan nomor urut 3 di Pikada Lima Puluh Kota . Memaknai nomor urut 3 tersebut ia menjelaskan bahwa angka 3 identik dengan konsep kepemimpinan di Minangkabau yang disebut dengan Tigo Tungku Sajarangan ataupun Tigo Tali Sapilin.

Safarudin mengatakan Tigo Tungku Sajarangan tersebut adalah niniak mamak, alim ulama, dan cadiak pandai. Niniak mamak direpresentasikan oleh Safaruddin sendiri sebagai calon bupati yang bergelar Datuak Bandaro Rajo dan di antara semua calon, ia merupakan satu-satunya calon Bupati Lima Puluh Kota dari kalangan niniak mamak.

baca juga: Masyarakat Peduli Petani Indonesia Salurkan Bantuan Buku Bacaan ke Perpustakaan LPKA Tanjung Pati

"Komitmen SAFARI dalam memperkuat Tungku Tigo Sajarangan dibuktikan dengan salah satu misinya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang berbudaya dan berdaya saing berlandaskan keimanan, maka salah satu program yang akan dijalankan adalah peningkatan peran lembaga adat dan agama yang ada pada setiap nagari di Lima Puluh Kota ," kata Safarudin, Kamis 24 September 2020.

Ia menambahkan bahwa pasangannya yaitu Rizki Kurniawan Nakasri (RKN) yang dikenal sebagai cadiak pandai yang sangat dekat dengan para ulama. Bahkan aktivitas RKN sehari-hari dalam menjalankan usahanya tak lepas dari bimbingan dan interaksi penuh dengan para ulama.

baca juga: Residivis "Edi Cotok" Dibekuk Polres Lima Puluh Kota, Satu Temannya Lari ke Hutan

"SAFARI bakal menginisiasi Perda Masyarakat Adat untuk memperkuat limbago adat sebagai pilar terdepan dalam mengatasi permasalahan di masyarakat. Menurut kami, peran niniak mamak, ulama, dan cadiak pandai perlu lebih ditingkatkan lagi dalam membina masyarakat terutama generasi muda," ujarnya.

Lebih lanjut, mantan Ketua DPRD Lima Puluh Kota ini juga menambahkan bahwa selain keberadaan Perda, ke depannya juga bakal disertai dengan komitmen anggaran kepada lembaga adat dalam membina generasi muda baik melalui pelatihan adat maupun penguatan fungsi lembaga adat itu sendiri.

baca juga: Detik-detik Sebelum Korban Jatuh di Kelok 9, Saksi Ungkap Hal Ini

"Berbagai langkah tersebut, sesuai dengan visi SAFARI untuk mewujudkan Lima Puluh Kota madani, beradat, dan berbudaya dalam kerangka adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah," katanya.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Haswandi