Loka POM Payakumbuh Telah Laporkan 18 Toko Online yang Merugikan Konsumen

Kepala Loka POM Payakumbuh, Iswadi.
Kepala Loka POM Payakumbuh, Iswadi. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Payakumbuh telah melaporkan sebanyak 18 nama toko online penjual obat, makanan, dan kosmetik yang dianggap merugikan konsumen kepada BPOM .

"Kita kirimkan 18 nama toko online tersebut ke Badan POM dan bekerja sama dengan Kementrian Kominfo untuk menutup akun atau situs ini. Kebanyakan, akun atau situs yang dikirim ini merupakan milik pribadi," kata Kepala Loka POM Payakumbuh , Iswadi, Jumat (25/9).

baca juga: Pacu Itiak Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya tak Benda, Pemko Payakumbuh Akan Lakukan Hal Ini

Dengan terus berkembangnya akun dan situs penjualan online, Loka POM Payakumbuh juga terus menghubungi langsung para penjual.

"Kami terus mengingatkan penjual agar menjual produk yang memang telah memiliki izin," tambahnya.

baca juga: Difasilitasi Genpro, Rendang Payakumbuh Dikirimkan ke 7 Negara di Dunia

Pandemi COVID-19 saat ini memang membuat masyarakat lebih banyak melakukan pembelian obat-obatan, makanan, dan kosmetik secara online. Karena itu, pihaknya juga terus mengingatkan masyarakat untuk teliti ketika melakukan pembelian online.

"Selain mengingatkan masyarakat, kami juga mengecek izin edar terhadap obat-obatan, makanan, dan kosmetik yang dibeli tersebut," kata Iswadi.

baca juga: Terus Berkembang, Pokdarwis Kapalo Banda Taram Masuk Nominasi GIPI Awards 2020

Loka PIM Payakumbuh juga rutin melakukan pengawasan produk secara langsung sebab obat, kosmetik, dan makanan merupakan produk yang rutin dikonsumsi oleh masyarakat.

"Namun semuanya dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan yang semuanya sudah diatur oleh Badan POM. Beberapa waktu lalu kami juga telah melakukan pengawasan dan pengecekan melalui virtual," sebutnya.

baca juga: Lima Hari Razia, 86 Orang Pelanggar Protokol Kesehatan Ditindak di Payakumbuh

Loka POM Payakumbuh sendiri membawahi pengawasan untuk empat daerah, yakni Kota Payakumbuh , Kabupaten Limapuluh Kota, Kota Bukittinggi, dan Kabupaten Agam.

Ia mengatakan seluruh konsumen untuk memilih pangan aman dengan melakukan Cek KLIK, yakni cek kemasan, cek label, cek izin edar dan cek tanggal kadaluwarsa

Cek kemasan, kata dia dengan memastikan kemasan selalu dalam kondisi baik. Kalau kemasannya kaleng, jangan sampai penyok, menggelembung, terbuka tutupnya ataupun rusak dan jangan sampai makanan yang dikonsumsi mengganggu kesehatan.

"Selanjutnya cek label pada makanan, minimal yang ada di label ada tujuh, yakni nama produk, komposisi, berat bersih, izin edar, nama dan alamat produsen, nomor bacth, tanggal kadaluarsa" ujarnya.

Setelah itu, cek izin edar dengan memastikan selalu bahan pangan yang akan kita beli memiliki izin edar dari BPOM . Bahan pangan yang memiliki izin edar biasanya mencantumkan nomor registrasi dari BPOM dan memberikan pengamanan bahan pangan dengan tanda khusus untuk produk non halal.

"Terakhir kembali pastikan selalu cek tanggal kadaluwarsa. Mengonsumsi bahan pangan yang sudah lewat tanggal kadaluwarsanya beresiko tinggi. Selain kualitas makanan sudah berkurang atau hilang, bisa jadi bahan pangan mengalami perubahan komposisi kimia tertentu yang berbahaya," kata dia. (*)

Editor: Taufik Hidayat