Bawaslu Pessel Sebut Kepala Kampung Masuk Pihak yang Dilarang Dukung Paslon

Kordinator Divisi Penyelesaian Sengketa, Bawaslu Pessel, Ariski Elfandi
Kordinator Divisi Penyelesaian Sengketa, Bawaslu Pessel, Ariski Elfandi (Kiki Julnasri/Klikpositif.com)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Selain Wali Nagari (Desa), Kepala Kampung atau sebutan lainnya termasuk pihak perangkat nagari atau desa yang dilarang terlibat dalam politik praktis dalam dukung-mendukung Pasangan Calon (Paslon) pada Pilkada 2020, terutama pada masa kampanye ini.

Kordinator Divisi Penyelesaian Sengketa, Bawaslu Pessel , Ariski Elfandi mengimbau, selain wali nagari, kepala kampung juga harus memahami betul tentang larangan pada Pilkada 2020 dan neteralitas sebagai perangkat desa atau nagari.

baca juga: Bawaslu Pasbar Kembali Teruskan Dua Kasus Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN

"Ya, karena Kepala Kampung merupakan pelaksana wilayah dari perangkat desa atau nagari. Sesuai dengan amanah Undang-undang nomor 10 tahun 2016, mereka termasuk pihak yang dilarang dalam aturan tersebut," ungkapnya pada KLIKPOSITIF .

Ia menjelaskan, pelarangan keterlibatan wali nagari yang termasuk kepala kampung sebagai perangkat desa, pelarangannya berlaku sama dengan netralitas seorang ASN.

baca juga: Tren Pelanggaran Perda AKB di Pariaman Meningkat

Sebagaimana diketahui keterlibatan ASN dalam metode kampanye atau mendukung Paslon, tidak hanya dilarang ikut serta dalam kegiatan tertentu. Namun, juga dilarang melakukan sosialisasi dengan komen, like dan meng-share di media sosial.

"Ya, bisa berlaku pada siapapun (termasuk kepala kampung dan pihak yang dialrang lainya. Kalau itu dilanggar Bawaslu siap untuk memproses," terangnya.

baca juga: Korban Kerusuhan Wamena Menangis di Hadapan Nasrul Abit

Lanjutnya, terkait untuk terciptanya Pilkada yang aman damai, ia berharap setiap pihak untuk betul-betul memahami setiap aturan yang telah disosialisasikan selama ini.

Sebab, tanpa kesadaran bersama dan sumbangsi semua pihak akan sulit terlaksana. "Ini kita harapkan juga pada teman-teman media bisa membatu menyosialisasikan pada masyarakat," tutupnya.

baca juga: Irwan Prayitno: Perlu Sinergsitas Anggaran Pusat dan Daerah untuk Infrastruktur Darat

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Ramadhani