Bawaslu Pessel Temukan Dua Oknum yang Diduga Langgar Netralitas PNS

Ketua Bawaslu Pessel, Erman Wadison
Ketua Bawaslu Pessel, Erman Wadison (Kiki Julnasri/Klikpositif.com)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Badan Pengawas Pemilu (Pemilu) Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel ), Sumatera Barat menunggu hasil keputusan Komisi Aparatur Sipil Negera (KASN), terkait dua Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) yang diduga melanggar netralitas di Pilkada Pessel .

Ketua Bawaslu Pessel , Erman Wadison mengungkapkan, PNS itu berinisial S yang merupakan salah seorang pejabat di tingkat provinsi, dan satunya lagi berinisial A yang merupakan PNS aktif di Pariaman.

baca juga: Selama Cuti Bersama, Pemkab Pessel Wajibkan Warganya Lakukan Tes PCR dan Swab Sepulang Luar Daerah

"Itu temuan pengawasan kita sejak Februari-Maret lalu. Dan saat ini kita masih menunggu tindak lanjut dari KASN," ungkap Erman Wadison pada KLIKPOSITIF .

Ia menjelaskan, kedua PNS yang diduga melanggar netralitas ASN diketahui mendeklarasikan diri sebelum penetapan paslon, serta mengikuti proses pencalonan di Pilkada Pessel .

baca juga: Pasien Positif COVID di Pessel Bertambah 5 Orang

"Padahal, itu tidak dibolehkan oleh Menpan-RB, karena untuk mengikuti pencalonan itu ada mekanisme dan aturan yang harus diikuti," terangnya.

Mengingat jalannya proses Pilkada, pihaknya mengimbau ASN atau PNS untuk betul-betul memahami aturan yang telah ditetapkan, termasuk soal mendukung paslon yang telah dilarang dalam Undang-undang Nomor 10 tahun 2016.

baca juga: Inovasi Pelayanan Kesehatan RSUD Painan Saat Pandemi

"Ya, kita harap semua proses Pilkada ini bisa berjalan lancar. Bagi pihak yang dilarang, kami harap ikut serta memahaminya demi terciptanya Pilkada yang aman dan damai," tutupnya.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Haswandi