Perempuan-peremuan Tangguh Bank Sampah Lidah Mertua Bungo Pasang

Aktivitas di Bank Sampah Lidah Mertua Bungo Pasang
Aktivitas di Bank Sampah Lidah Mertua Bungo Pasang (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Sabtu 26 September 2020, gerimis menyambut pagi di Kota Padang, beberapa perempuan dari kejauhan terlihat sibuk mengemasi dan memilah barang - barang rongsokan. Beberapa orang yang lain juga sibuk mengikat karpet telur bekas.

Mereka adalah perempuan - perempuan penggiat Bank Sampah Lidah Mertua Kompleks Pasir Putih, RT 02 RW 05, Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

baca juga: Atasi Sampah di Pantai Air Manis, PT PSM Berencana Buat Paving Block dari Sampah Plastik

Walaupun masih menumpang di Pos Pemuda sebagai tempat atau posko untuk sampah dari nasabah, semangat perempuan - perempuan tangguh tidak kendor.

"Kami begini agar sampah tidak berserakan dan tidak dibuang ke sungai. Kawasan kami kan dekat sungai dan pantai," ungkap Ketua Kelompok Bank Sampah Lidah Mertua Eliana kepada KLIKPOSITIF sambil mengikat karpet telur dan menumpuknya ke gudang penyimpanan.

baca juga: Peserta Diklat SDM KLHK Kunjungi Semen Padang

Kelompok yang sudah dua tahun berdiri dan memiliki lebih dari 90 nasabah itu mampu bertahan walaupun tanpa bantuan dari pemerintah. Sesekali mereka dibantu oleh Kampus Unand bidang pengabdian masyarakat.

"Kalau ada bantuan tentu kami bisa lebih berkembang, ini kami secara mandiri saja dan selebihnya semangat," seloroh Eliana.

baca juga: Bantuan Alat Pengolahan Diharapkan Bisa Bantu Atasi Persoalan Sampah di Sumbar

Menurutnya, keperluan mendesak mereka adalah alat untuk menjemput sampah ke rumah - rumah nasabah. Sebab mayoritas nasabah mereka sudah berumur.

"Gudang penyimpanan numpang dengan Posko Pemuda. Kemudian alat untuk menjemput sampah belum ada, sebab rata -rata nasabah kami sudah berumur. Mereka tidak kuat untuk menenteng sampah ke tempat penimbangan," terangnya.

baca juga: DLH Rencanakan Tambah Kubus Apung Tahun Depan

Senada dengan Eliana, Meli yang juga penggagas Bank Sampah Lidah Mertua menyampaikan, kurangnya perhatian pemerintah terhadap mereka.

Dia berharap ada bantuan dari Dinas Lingkaran Hidup Sumbar maupun Kota Padang terhadap kelompok mereka. Sebab, menurutnya usaha mereka tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan tapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.

"Belum ada kami dapatkan bantuan dari pemilik untuk pengembang Bank Sampah Lidah Mertua ini," ungkap Meli.

Meli menjelaskan, di Bank Sampah Lidah Mertua, sampah nasabah dihitung dengan sejumlah uang. Setiap nasabah sudah disiapkan rekening masing-masing.

"Contoh satu kilogram sampah Rp5.000 akan langsung masuk rekening nasabah, mereka bisa menarik kapan saja. Jadwal menimbang setiap Rabu sore," terangnya.

Sementara itu, Kepada Dinas Lingkungan Hidup Padang Mairizon menyampaikan, untuk tahun ini dilakukan pembinaan saja sebab untuk bantuan material anggaran belum tersedia

"Kita lakukan pembinaan. Untuk bantuan material saat ini anggaran tidak tersedia," ujarnya. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir