Survei BPS: Perempuan Lebih Patuh Protokol Kesehatan COVID-19

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

KLIKPOSITIF - Badan Pusat Statistik atau BPS baru saja merilis survei bertajuk "Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19". Survei tersebut dilakukan terhadap 90.967 responden sejak 7 sampai 14 September 2020.

Hasilnya, tingkat kepatuhan responden menggunakan masker selama seminggu terakhir menunjukkan 91.98 persen patuh memakai masker; 6 persen mengaku jarang memakai masker dan 2.02 persen mengaku tidak pernah sama sekali menggunakan masker.

baca juga: Harus Tahu, Ilmuwan Temukan Organ Baru di Tubuh Manusia

Dari angka tersebut, perempuan menjadi kelompok yang lebih patuh menerapkan protokol kesehatan .

Tercatat sebanyak 98. 8 persen perempuan mengaku selalu menggunakan masker saat bepergian. Sementara 'hanya' 88.5 persen kelompok laki-laki yang patuh menggunakan masker saat keluar rumah.

baca juga: Perbanyak Perempuan Duduki Kursi Direksi BUMN, Ternyata Ini Alasan Erick Thohir

Menariknya, dari sederet aturan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, mencuci tangan sampai 20 detik, hingga menghindari kerumunan, aturan menjaga jarak menjadi bentuk aturan yang sepertinya paling sulit untuk diterapkan masyarakat.

Hanya sebanyak 77.5 persen responden perempuan mengaku bisa menerapkan jarak sosial dan hanya 68.7 persen responden laki-laki yang bisa menerapkan aturan tersebut.

baca juga: Siap-siap, Harga Properti Diprediksi Meroket Setelah Vaksin Corona Ditemukan

"Lebih dari setengah responden berpendapat bahwa tidak ada sanksi menjadi alasan masyarakat untuk tidak menerapkan protokol kesehatan ," tulis data yang dimuat BPS.

Sebanyak 55 persen responden berdalih tidak ada sanksi menjadi alasan untuk tidak menerapkan protokol kesehatan .

baca juga: Vaksin Covid-19 Memang Bisnis Besar, Fadli Zon: Hati-hati

Sementara alasan kedua tertinggi atau sebesar 39 persen adalah tidak ada kejadian penderita Covid-19 di lingkungan sekitar.

Menariknya, teknis menjadi alasan ketiga tertinggi kenapa masyarakat tidak menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Sebanyak 33 persen responden mengaku enggan menggunakan masker, jaga jarak sosial hingga mencuci tangan sampai 20 detik karena dianggap menyulitkan pekerjaan jika harus menerapkan protokol kesehatan .

Dari angka tersebut, 19 persen mengaku tidak menerapkan protokol kesehatan karena aparat dan pimpinan yang tidak memberi contoh.

Urusan keluar rumah, 24.63 persen mengaku lebih sering keluar rumah setelah aturan Adaptasi Kebiasaan Baru atau AKB keluar. Dari angka tersebut, 20.08 persen mengaku keluar karena urusna pekerjaan; 1.47 persen urusan sosial dan 3.07 persen urusan leisure atau jalan-jalan.

Sumber: Suara.com

Editor: Eko Fajri