Turun Status dari Zona Merah ke Zona Orange COVID-19, Ini Kata Pemkab Agam

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

AGAM , KLIKPOSITIF - Sedikit kabar baik tentang penanganan COVID-19 di Agam , Pemerintah Provinsi Sumatera Barat secara resmi mengubah status Agam dari zona merah ke orange.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Agam Martiaswanto mengatakan, penurunan status berdasarkan rilis dari Gugus Tugas Provinsi Sumatera Barat.

baca juga: Masyarakat Sumbar akan Divaksin COVID-19? Gubernur Minta Disosialisasikan Dulu

"Satu minggu kita berada di zona merah, sekarang kita kembali ke orange. Tentu hal ini tidak lepas dari komitmen menjalankan strategi dan langkah penanganan COVID-19," ucapnya, Selasa 29 September 2020.

Katanya, setidaknya ada tiga langkah yang dilakukan dalam penyebaran COVID-19 dengan melakukan peningkatan testing, meningkatkan pengawasan pasien konfirmasi dan memperketat pelaksanaan protokol kesehatan.

baca juga: Terus Melonjak, Angka Positif Corona di Indonesia Sudah 385.980 Kasus

Cakupan tes, kata Martiaswanto, dengan cara pelaksanaan tracking lintas level, lalu memperbanyak pool test swab terhadap seluruh ASN dan pondok pesantren di Agam .

"Hingga hari ini masih dilakukan pool test swab terhadap seluruh ASN Kabupaten Agam mulai dari Kabupaten, Kecamatan, sampai ke Nagari, serta melakukan testing massal di pondok pesantren," jelas Martiaswanto.

baca juga: Inggris Uji Coba Tes Air Liur Untuk Deteksi Virus COVID-19

Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Agam meningkatkan pengawasan dari jajaran kesehatan terhadap masyarakat terkonfrmasi positif Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Hal tersebut bertujuan untuk mempercepat kesembuhan pasien. Dikatakan, hingga hari ini jumlah pasien sembuh Covid-19 mencapai 310 orang atau setara 50,3 persen dari seluruh kasus positif.

baca juga: Rencana Vaksinasi COVID-19 pada Minggu kedua November Terancam Molor

Selain konsisten dengan langkah tersebut, kata Martiaswanto, kehadiran Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang diberlakukan juga menjadi momentun untuk menekan penyebaran Covid-19.

Upaya pencegahan penyebaran Covid-19, imbuhnya, Pemerintah Kabupaten Agam terus memperketat pelaksanaan protokol kesehatan di tengah-tengah masyarakat.

Menurutnya, pelaksanaan protokol kesehatan pada zona orange tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku seperti pembatasan pertemuan tatap muka, termasuk untuk proses pembelajaran.

Diungkapkan, sampai saat ini Pemerintah Kabupaten Agam belum memberikan izin kepada sekolah pada berbagai tingkatan untuk melaksanakan pembelajaran secara tatap muka, kecuali untuk aktivitas pondok pesantren yang memang sudah dimulai sewaktu Agam masih berada dalam zona kuning.

Sehubungan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di kluster pondok pesantren, pihaknya merespon baik upaya sejumlah pondok pesantren yang berinisiatif melakukan pool test swab.

Diketahui, pondok pesantren yang telah melaksanakan pool test swab antara lain Pondok Pesanteren Parabek di Banuhampu dan Pondok Pesantren Darul Ulum Al Falah di Palupuh.

"Kami ucapkan terima kasih kepada pondok pesantren yang sudah lakukan pool test, bahkan Pondok Pesantren Parabek telah 4 kali melaksanakan dan akan dilaksanakan pool test yang kelima," ucapnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada pondok pesantren yang lain untuk melakukan upaya yang sama. Pihaknya berharap pondok pesantren belum melakukan pool test swab agar segera melapor ke Gugus Tugas Kabupaten Agam .

"Sebab, jika Kabupaten Agam masih berada dalam zona orange, pembelajaran tatap muka belum bisa dilakukan," ujarnya.

(Rilis)

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Haswandi