Selama Tahapan Pilkada 2020, DKPP Sudah Terima Ratusan Aduan Masyarakat

Ketua DKPP RI Muhammad
Ketua DKPP RI Muhammad (Klikpositif/Haikal)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu ( DKPP ) Republik Indonesia Muhammad mengatakan, sejak tahapan Pilkada 2020 dimulai, aduan terhadap penyelenggara Pemilu cenderung naik. Aduan tersebut mencapai 400 hingga 500 laporan.

"Di DKPP ini setiap tahapan penting yang berkaitan pasangan calon itu aduannya banyak, sore tadi ada info lagi, ada 32 laporan yang masuk dan segera akan dilakukan verifikasi," katanya dalam acara Ngobrol Etika Penyelenggara Pemilu dengan Media (Ngetren Media) di Padang, Selasa (29/9/2020) malam.

baca juga: Besok, DKPP Akan Periksa Delapan Penyelenggara Pemilu Kota Bukittinggi di Padang

Ketua Bawaslu RI periode 2012 - 2017 itu menuturkan, berkaitan dengan aduan, kadang-kadang masyarakat menilai DKPP bisa memuaskan hasrat-hasratnya. Bahkan, mengira kalau melapor ke DKPP itu segala yang menjadi keinginannya bisa diwujudkan.

"Padahal DKPP sangat limitatif kewenangannya hanya penegakan kode etik, bukan pada persoalan teknis pemilu, kita tidak masuk pada penilaian tahapan-tahapan dan apa yang dilakukan oleh pengawas Pemilu, yang diatur dalam undang-undang Pilkada, dimana sudah menjadi ranah KPU dan Bawaslu," ujarnya.

baca juga: Ketua DKPP: Pilkada 9 Desember 2020 Bukan Harga Mati

Ia menambahkan, tugas DKPP hanya memastikan bahwa, penyelenggara Pemilu bekerja selain mempedomani aturan-aturan teknis, juga senantiasa mengindahkan kode etik dan perilaku.

"Sangat dinamis laporannya, setiap hari berubah, tapi tren sudah naik, jadi kalau di Pilkada 2020 saja sudah 400 hingga 500 laporan yang masuk. Ada sudah beberapa yang kita putus, setiap Rabu ada laporan yang kita putus," kata dia.

baca juga: Sidang Dugaan Pelanggaran Kode Etik KPU dan Bawaslu Sumbar, DKPP Fokus pada Aduan Formulir BA5.1-KWK

Pada kesempatan tersebut, Muhammad juga menyinggung, pelaksanaan Pilkada serentak 2020 pada 9 Desember bukan harga mati. Menurutnya, Pemerintah bisa saja mengundur dengan melihat situasi dan perkembangan COVID-19 dengan rekomendasi penyelenggara.

Editor: Muhammad Haikal