Ekonomi Sumbar Triwulan II Minus, Pemko Payakumbuh Optimistis Perekonomian di Dearahnya Tetap Tumbuh

Kabag Perekonomian Pemko Payakumbuh Arif Siswandi.
Kabag Perekonomian Pemko Payakumbuh Arif Siswandi. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh tetap optimistis bahwa perekonomian daerah tersebut akan tetap tumbuh meski pada triwulan II 2020 ekonomi Sumatra Barat kontraksi pada level -4,91 persen.

Kabag Perekonomian Pemko Payakumbuh Arif Siswandi mengakui, pandemi COVID-19 memberikan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Sumbar. Meski Payakumbuh ikut terdampak, tapi usaha pertanian diyakini tetap memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah itu.

baca juga: Pacu Itiak Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya tak Benda, Pemko Payakumbuh Akan Lakukan Hal Ini

"Kalau di Sumbar terdampak cukup signifikan karena termasuk cepat menerapkan PSSB yang ketat. Tapi khusus untuk Payakumbuh , kita ada sektor pertanian dan peternakan yang memberikan dampak positif, sehingga perekonomian kita tidak terlalu mengkhawatirkan," kata Arif, Rabu (30/9).

Diakuinya, untuk bisa mencapai target pertumbuhan seperti tahun lalu, yaitu di angka 5,92 persen akan cukup sulit.

baca juga: Difasilitasi Genpro, Rendang Payakumbuh Dikirimkan ke 7 Negara di Dunia

"Kalaupun tidak sampai 6 persen atau 5,92 persen seperti 2019 lalu, setidaknya jangan sampai jatuh ke minus, minimal tetap tummbuh 2 persen atau 3 persen, itu prediksi kasat mata karena aktifitas sudah terbuka," tambah Arif.

Ditambahkan Arif, dengan kembali terbukanya aktifitas masyarakat, Payakumbuh yang merupakan pintu masuk dari Pekanbaru akan memberikan dambak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.

baca juga: Terus Berkembang, Pokdarwis Kapalo Banda Taram Masuk Nominasi GIPI Awards 2020

"Kita ( Payakumbuh ) dikelilingi wisata unggulan, Harau (Kabupaten Lima Puluh Kota), Pagaruyaung (Kabupaten Tanah Datar), dan Jam Gadang (Kota Bukittingi). Ini potensi, mereka (wisatawan) bisa nginap, makan, dan belanja di Payakumbuh ," terangnya.

Arif mengatakan, daerah dengan branding Kota Randang itu memiliki keunggulan dari sisi wisata kuliner dan itu harus dimaksimalkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

baca juga: Lima Hari Razia, 86 Orang Pelanggar Protokol Kesehatan Ditindak di Payakumbuh

"Citra kita wisata kuliner, memang kuliner yang kita andalkan, kita harus punya pusat kuliner," pungkasnya. (*)

[Hms-Sumbar]

Editor: Taufik Hidayat