Hari Jadi ke 75, DPRD Sumbar Laksanakan Rapat Paripurna Istimewa

Rapat paripurna istimewa Hari jadi Sumbar ke 75 tahun
Rapat paripurna istimewa Hari jadi Sumbar ke 75 tahun (KLIKPOSITIF/Fitria Marlina)

PADANG, KLIKPOSITIF - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat laksanakan rapat paripurna istimewa dalam rangka peringatan Hari Jadi Sumatera Barat ke 75 tahun, Kamis, 1 Oktober 2020. Rapat dibuka oleh Ketua DPRD Sumbar, Supardi yang didampingi oleh pimpinan DPRD Sumbar.

Hadir dalam kesempatan itu Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, Gubernur Sumbar periode 2005-2009 Gamawan Fauzi, Sejarawan Minangkabai dan Sejarawan Islam dari UIN Sumbar, Yulizar Yunus, anggota DPRD Sumbar, bupati/walikota, Ketua MUI, LKAAM, Niniak Mamak, Bundo Kanduang, dan tokoh-tokoh masyarakat.

baca juga: Komisi Satu DPRD Sumbar Sosialisasi Perda AKB di Lubuak Aluang Padang Pariaman

Ketua DPRD Sumbar, Supardi, saat membuka rapat mengawali dengan pantun dan membacakan kembali kilas balik mengapa Hari Jadi Sumbar perlu diperingati.

"Sumbar merupakan provinsi yang terakhir menetapkan Hari Jadi atau hari lahirnya, dengan banyaknya masukan dan aspirasi yang disampaikan kepada DPRD, maka tahun 2018 melalui Hak Prakarsa, DPRD Sumbar mengusulkan Ranperda tentang Hari Jadi Sumbar," katanya.

baca juga: Ketika Ada Dua Salat Jumat di DPRD Sumbar

Ia mengatakan, dalam proses pembahasannya dengan melihat sejarah perjalanan provinsi Sumbar, baik dalam kedudukan wilayah sebagai wilayah administratif maupun sebagai kesatuan masyarakat yang identik dengan "minangkabau" serta masukan dari tokoh-tokoh masyarakat, sejarawan, pihak-pihak lainnya.

"Momentum menetapkan tanggal 1 Oktober 1945 sebagai titik tolak Hari Jadi Sumbar adalah rapat KNID-SB yang memutuskan untuk membentuk kembali Keresidenan Sumbar dan sekaligus pengambilalihan kekuasaan Keresidenan dari tentara pendudukan Jepang oleh pemuda-pemudi yang dimotori oleh M.Syafei, DR M. Djamil dan Rasuna Said," jelasnya.

baca juga: Aliansi Tanpa Nama Tuliskan Demokrasi Tanpa Penindasan di Bundaran Gedung DPRD Sumbar

Penetapan tersebut telah melalui pertimbangan mendalam serta memperhatikan nilai-nilai dan heroitisme yang terkandung di dalamnya, serta dukungan data-data autentik yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Penetapan 1 Oktober 1945 sebagai Hari Jadi Sumbar adalah dalam kedudukan Provinsi Sumbar sebagai satu kesatuan wilayah administratif, sehingga kami tegaskan lagi bahwa 1 Oktober 1945 adalah hari jadi Sumbar sebagai satu kesatuan wilayah administratif," jelasnya.

baca juga: Ketua DPRD Sumbar: Target Perda AKB Bukanlah Sanksi Tapi Kedisiplinan

Dalam rapat paripurna istimewa hari ini, Gamawan Fauzi dan Yulizar Yunus, juga akan memberikan pemikirannya dalam perkembangan Sumbar kedepan.

Hingga saat ini, rapat paripurna masih berlangsung dengan pemaparan pemikiran dari Gamawan Fauzi. Rapat paripurna yang direncanakan mulai pukul 10.00 Wib molor setengah jam, sehingga baru dimulai pukul 10.30 Wib. (*)

Editor: Fitria Marlina