Informasi Tak Maksimal, Nelayan di Pasbar Minta DKP Sosialisasi Melalui Masjid

Deretan kapal bagan nelayan.
Deretan kapal bagan nelayan. (KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Nelayan di Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat ( Pasbar )-Sumbar mengeluhkan kurangnya informasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi maupun Kabupaten. Mereka mengaku selalu ketinggalan semua informasi baru terkait permasalahan nelayan ataupun aturan baru dalam melaut.

"Salah satu contohnya adalah izin kapal. Kami baru tahu dari media dan itupun tidak seluruh nelayan atau pemilik kapal yang tahu dengan aturan baru pengurusan izin tersebut," sebut Hardi (53) salah seorang perwakilan nelayan Air Bangis, Rabu 5 Oktober 2016 saat hearing dengan Kepala DKP Sumbar di Padang.

baca juga: Hasil Rapid Test, Puluhan Orang Pengawas TPS di Pasaman Barat Reaktif Covid-19

Hardi mengusulkan kepada DKP untuk menggunakan masjid yang ada di Air Bangis untuk mengumumkan jika ada informasi dari Dinas kepada nelayan . "Di Air Bangis ada 9 masjid yang bisa mengumumkan informasi tentang nelayan melalui pengurus masjid," usulnya.

Selain itu, kata Hardi, hari Jumat merupakan hari libur nelayan di Air Bangis. Dia menyarankan, pada hari tersebut, sangat ampuh sekali jika ada informasi yang disampaikan melalui masjid karena rata-rata semua nelayan fokus beribadah.

baca juga: Masuki Musim Hujan, BPBD Pasbar Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

“Kami hari Jumat itu fokus ibadah, maka akan maksimal jika diumumkan di masjid. Selain itu, juga ada informasi yang ditempel di warung-warung nelayan ,” katanya.

Hardi menyebutkan, terdapat 300 unit kapal di Air Bangis yang beroperasi dua kali sehari atau siang malam. "Saya dan juga nelayan di Air Bangis ini berharap dilakukan pengukuran kapal terlebih dahulu," katanya.

baca juga: Tekan Angka Pengangguran, Dinas Tenaga Kerja Pasbar Kukuhkan Klinik Produktivitas

Sementara, Kepala DKP Sumbar Yosmeri mengatakan, akan menanggapi permintaan dari nelayan terkait informasi yang diberikan di bawah kedinasannya. “Jika di masjid lebih bagus kita akan koordinasikan dengan pengurus masjid yang ada,” sebutnya.

Untuk pengukuran ulang, Yosmeri meminta untuk DKP Pasbar segera melaporkan kepada Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk mengatur jadwal pengukuran ulang. "Kita tunggu laporan dari KSOP, baru ukur ulang bisa digelar," tutupnya.

baca juga: Sering Muncul di Televisi Jadi Alasan Warga Ini Pilih Nasrul Abit

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Agusmanto