Gubernur Sumbar Minta Pelayanan RS Tetap Buka Saat Pandemi COVID-19

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno meminta rumah sakit tetap memberikan pelayanan saat pandemi COVID-19.

"Tidak boleh lagi ada pelayan rumah sakit tutup, semuanya harus dibuka kata kuncinya koordinasi antara rumah sakit dengan Puskesmas," katanya, Rabu, 7 Oktober 2020.

baca juga: Apakah Anak-anak Juga Akan Mendapatkan Vaksin COVID-19?

Dia mengajak seluruh elemen rumah sakit baik kota maupun kabupaten di Sumbar melayani pasien -pasien COVID-19 sebagai tekad bersama dan sebisa mungkin diwujudkan dengan cepat.

"Untuk itu perlu dilakukan 2 (dua) target daiantaranya angka kematian diminimal dan kesembuhan dimaksimalkan, maka perlu adanya kerjasama koordinasi antar rumah sakit di Sumbar," ujar Irwan.

baca juga: Peneliti Nara Medical University Jepang Sebut Teh Dapat Melindungi Seseorang dari COVID-19

Menurutnya, dengan kerjasama itu bisa meminimalkan kematian dibawah 2 (dua) persen dan memaksimalkan kesembuhan 50 persen secara beransur menjadi 80 persen.

"Bentuk koordinasi dilakukan pertama mengatur pasien , yang berat masuk ke Rs. Mdjamil bisa menampung sampai 180 pasien , berat tanpa komorbid bisa masuk ke RSUD Achmad Muchtar, RS Pariaman, RS SPH, RSUD Rasidin , dan RS Unand", kata Irwan.

baca juga: 24 Warga Solok Positif Covid-19, 11 Diantaranya Anggota KPPS

Kemudian pasien COVID-19 sedang, bisa dimasukan kesemua rumah sakit termasuk RS daerah di kota dan kabupaten. Bagi yang ringan dimaksimalkan isolasi.

"Sekarang di setiap daerah sudah tersedia tempat isolasi baik di kota/kabupaten untuk menampung yang positif ringan, semuanya itu akan diatur," sebut Irwan.

baca juga: KPU Akan Datangi Pasien Covid untuk Pilkada, Ahli Sebut Memperburuk Keadaan

Lebih lanjut ia menyebutkan, semuanya itu akan diatur, sehingga dengan demikian maka isolasi dan treatment bisa menampung dengan maksimal. Walaupun ada penambahan 200 positif COVID-19 perhari.

"Kalau positif berat saja 20 persen masih bisa tertampung. Karena potensi kita untuk tempat tidur 8000 lebih, sekarang baru bisa kita sediakan 800, itu masih kosong belum terisi 200," ungkapnya.

Dia juga meminta penamabahan tempat tidur, RSUD M Djamil Padang menambah sampai 180 tempat tidur, RS Unand 190 tempat tidur, SPH 90 tempat tidur, termasuk juga RS Achmad Muchtar kemudian yang lain juga demikianakan dimaksimalkan semua.

"Dengan tujuan meminimalkan kematian memaksimalkan kesembuhan itu adanya saling koordinasi," tukas Irwan.

[Hms-Sumbar]

Editor: Joni Abdul Kasir