Gubernur Sumbar Optimis Perda AKB Mampu Ubah Perilaku Masyarakat

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno membagikan masker kepada masyarakat
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno membagikan masker kepada masyarakat (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno optimis Peraturan Daerah (Perda) nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) bisa mengubah kebiasaan dan perilaku masyarakat.

"Aturan pencegahan dan pengendalian COVID-19 ini bisa mengubah perilaku masyarakat untuk patuhi protokol kesehatan ," ujarnya, Kamis, 8 Oktober 2020.

baca juga: Gubernur Sumbar Panen 15 Ton Kerapu Siap Ekspor di Mandeh Pessel

Pemerintah Provinsi Sumbar terus mensosialisasikan Perda AKB untuk mengendalikan penularan COVID-19 dibanding memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Beberapa titik sudah kami sosialisasi di kabupaten dan kota bersama tim yang sudah dibentuk. Dibarengi dengan membagi masker kepada masyarakat," jelasnya.

baca juga: Irwan Prayitno Serahkan DIPA dan TKDD 2021 Untuk Pemulihan Ekonomi Sumbar

Dijelanjutkanya, adanya kebijakan New normal dari pemerintah pusat, kebanyakan masyarakat menganggap sudah normal. Namun hal ini yang harus dirubah dari paradigma kebiasaan lama menuju kebiasaan baru.

"Bagaimana masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa namun tetap menjaga kesehatan diri dengan protokol kesehatan . Apabila Perda ini terlaksana dengan baik, saya yakin perilaku warga akan berubah dengan membiasakan menggunakan masker ," ungkap Irwan Prayitno .

baca juga: Irwan Prayitno: Pilkada Berintegritas, Adil Dan Jujur Perlu Dihebohkan

Sampai saat ini pandemi COVID-19 belum juga berakhir. Masyarakat Sumbar diimbau untuk menerapkan adaptasi kebiasaan baru agar dapat hidup produktif dan tetap terhindar dari penularan virus dengan cara mematuhi protokol kesehatan .

"Saya yakin perilaku warga akan berubah dengan membiasakan menggunakan masker , cuci tangan dan jaga jarak akan menjadi kebiasaan baru. Berperang melawan COVID-19 akan menimbulkan keresahan terhadap masyarakat. Virus itu tidak bisa kita atur artinya diri kita lah yang harus kita kendalikan untuk menghindarinya dalam berbagai aktivitas kita," sebutnya.

baca juga: MTQN ke 28, Gubernur Sumbar Sampaikan Terima Kasih Kepada Semua Terlibat

Irwan menyampaikan, banyak pertimbangan yang dilakukan Pemprov Sumbar. Karena sukses PSBB tidak berdampak jika masyarakat tidak melakukan pengendalian dan disiplin dengan protokol kesehatan , bahkan akan menghambat aktivitas masyarakat.

"Kalau PSBB diberlakukan lagi banyak biaya yang dibutuhkan, tentunya pergerakan ekonomi akan terganggu. Untuk itu dengan adanya Perda AKB kita diwajibkan hidup sehat dan ekonomi tetap berjalan," kata Gubernur Sumbar.

Ditambahkannya, mulai besok Perda AKB sudah bisa diberlakukan, namun untuk lebih efektifnya tanggal 10 secara keseluruhan akan dilaksanakan secara serentak di Sumbar.

"Karena kita sudah melakukan sosialisasi disetiap daerah kabupaten kota dengan memberikan edukasi kepada masyarakat dan membagi-bagikan masker oleh setiap Tim," jelasnya.

Ada enam Tim yang dipimpin langsung oleh Forkopimda dan sudah hampir semua kabupaten kota datangi.

"Mudah-mudahan dengan adanya perda ini masyarakat terbiasa menggunakan masker , sehingga berkurang pasitif COVID-19 di Sumbar, dan InsyaAllah kita bisa mengendalikannya," tuturnya.

Ia berharap kepada kabupaten kota, untuk bekerjasama, kompak dan bersinergi menerapkan Perda ini kepada masyarakat. "Kemudian dengan adanya efek jera ini masyarakat terbiasa dan tercapai harapan kita untuk mengurangi kasus positif COVID-19," tukasnya. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir