Masih Banyak Pedagang Belum Huni Toko di Pasa Ateh, Ini Kata Pemko Bukittinggi

Toko Yang Ditempelkan Pemko Bukittinggi Dengan Surat Peringatan
Toko Yang Ditempelkan Pemko Bukittinggi Dengan Surat Peringatan (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF -Pasca diresmikanpada Juni 2020 silam, para pedagang ternyata masih banyak yang belum menempati Pasa Ateh hingga saat ini.

Pantauan KLIKPOSITIF , banyak toko yang tertutup rollingnya. Hal ini terjadi di semua lantai yang ada di Pasa Ateh . Bahkan, cukup banyak surat peringatan ditempelkan di rolling toko karena tak kunjung dibuka untuk berdagang.

baca juga: Gandeng BBPOM, Ade Rezki Sosialisasikan Keamanan Obat dan Makanan di Bukittinggi

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Bukittinggi M.Idris membenarkan hal ini. Menurutnya, memang masih banyak pedagang yang tak kunjung membuka tokonya.

"Memang masih banyak yang kosong. Padahal kita sudah memberi kunci toko. Jumlahnya sekitar 30 persen yang belum buka," ucap Idris, Kamis 9 Oktober 2020.

baca juga: ABTI Bukittinggi Sosialisasikan Olahraga Bola Tangan yang Masih Tergolong Baru

Jumlah toko di Pasa Ateh adalah 835, berarti ada sekitar 250an toko yang belum ditempati pedagang dan tak pula diketahui kapan mereka akan mulai berdagang.

"Sebenarnya toko-toko ini sudah banyak terpasang merknya, namun karena pandemi, pedagang takut berjualan ditambah lagi situasi saat ini memang sedang sepi jual beli," terang Idris.

baca juga: Terjadi di Tengah Malam, Suami Bunuh Selingkuhan Isteri di Malalak Agam

Dari 30 persen tersebut, ada sebanyak 110 toko yang sama sekali tidak pernah membuka tokonya.

"Inilah yang kita kasih surat peringatan. Apabila tidak juga, tentu kita alihkan ke pedagang lain yang betul-betul ingin berdagang," pungkasnya.

baca juga: Pasar Bawah Bukittinggi Terbakar Lagi, Belasan Kios Hangus

Pasa Ateh dibangun pasca terbakar dengan anggaran mencapai 292 miliar rupiah. Bangunan yang sekarang, jauh lebih megah dibanding yang terdahulu, namun sayangnya tak seramai yang dahulu.

Editor: Hatta Rizal