Merajut Senyum Anak Yatim di Pelosok Kabupaten Solok

Komunitas Walyatama bersama anak-anak yatim di Nagari Sariak Alahan Tigo, Kabupaten Solok
Komunitas Walyatama bersama anak-anak yatim di Nagari Sariak Alahan Tigo, Kabupaten Solok (Ist)

SOLOK , KLIKPOSITIF - Sehari bersama anak yatim di pelosok daerah menjadi program, sekaligus kenangan yang tak terlupakan bagi komunitas Walyatama, sekelompok anak muda pecinta adventure di Solok , Sumatra Barat.

Sepanjang Juli hingga September 2020 lalu, Komunitas Welyatama yang digawangi 13 orang anak muda ini menyapa anak yatim yang ada di tiga jorong di berbagai kecamatan di Kabupaten Solok .

baca juga: Saat Peringatan Hari AIDS Sedunia Empat Warga Solok Dinyatan Positif

Diawali dari Jorong Kapujan, Kecamatan Tigo Lurah. Sebanyak 12 orang anak yatim/piatu yang ada di jorong itu. Anak-anak yatim ini diajak untuk belajar ngaji, tahfiz, belajar tentang Islam.

"Konsepnya, kita mengajak mereka untuk lebih mengenal Islam, tentunya pola yang kita pakai disesuaikan dengan usia mereka. Belajar sambil bermain," ungkap ketua komunitas Walyatama, Yosa Eka Sari, Kamis (8/10/2020).

baca juga: Harimau Masuk Kampung, Masyarakat Danau Kembar Diminta Waspada

Selain belajar keagamaan, anak-anak yatim juga diberikan motivasi dalam belajar dan hidup, menggali bakat dan keberanian melalui outbond. Untuk merajut kebersamaan, ditutup dengan mini piknik di alam sekitar.

Setidaknya, yang dilakukan oleh komunitas Walyatama, menggerakkan kepedulian masyarakat akan nasib dan kondisi anak yatim. Mereka yang hidup tanpa belaian kasih ayah atau ibu, perlu diperhatikan bersama.

baca juga: Besok, Madra Indriawan Dilantik Sebagai PAW Anggota DPRD Solok

"Alhamdulillah, anak-anak ini sangat antusias, keceriaan dan senyum mereka adalah obat untuk lelah kami. Motivasi bagi mereka, masih sangat banyak yang peduli," terangnya.

Dalam program sehari bersama anak yatim, tidak menitikberatkan pada bantuan yang sifatnya secara materi, namun lebih kepada memberikan motivasi bagi anak yatim agar lebih percaya diri dan terpacu untuk belajar dengan baik.

baca juga: KPK RI Evaluasi Pelaksanaan RAD PPK Kota Solok

Usai Jorong Kapujan, bulan Agustus 2020, Komunitas Walyatama kembali bergerak. Sasarannya masih daerah pinggiran kabupaten Solok . Kali ini, anak yatim di jorong Taratak Teleang, Nagari Sariak Alahan Tigo, Kecamatan Hiliran Gumanti.

Kegiatan yang dilakukan nyaris sama, masih berkutat untuk mendorong agar anak yatim lebih condong dan termotivasi belajar ilmu agama. Namun ada sedikit cerita menarik. Sehari bersama anak yatim di daerah itu bertepatan dengan tahun baru Islam 1442 Hijriah.

"Malam itu, kami dari Komunitas bersama anak yatim, serta penduduk sekitar merayakan tahun baru Islam dengan pawai obor keliling kampung, lantuan Salawat Nabi dan cahaya obor menerangi jalan-jalan kampung," ceritanya.

Seperti biasa, keesokan harinya anak-anak yatim diajak belajar agama, tahfiz juz 30, belajar mengaji, salat hingga menanamkan semangat kebersamaan. Termasuk berbagai macam permainan dalam mini outbond, dan itu sangat menarik bagi mereka.

Kenangan manis itu semakin terekat, setiap anak diberi hadiah, berupa alat sekolah hingga uang belanja sekolah. Kegiatan yang dilakukan oleh Komunitas ini juga mendapat respon sangat baik dari Wali Nagari setempat.

"Alhamdulillah sangat senang rasanya, kita disediakan tempat nginap di rumah Wali Nagari dan istri beliau sangat ramah, pokoknya sangat didukung, Malah kami yang termotivasi untuk bisa terus berbagi dengan anak yatim," kenangnya.

Wali Nagari Sariak Alahan Tigo, Baharuddin menilai kegiatan sehari bersama anak yatim yang dilakukan oleh Komunitas Walyatama memberikan kesan mendalam bagi anak yatim yang ada di daerahnya.

"Anak-anak ini semakin termotivasi untuk lebih semangat dalam bersekolah. Program seperti ini sangat dibutuhkan kedepannya," terang Baharuddin didampingi istrinya Ratna Wida kala berpisah dengan Komunitas Walyatama.

Dukungan dan suport yang diberikan oleh masyarakat seolah menjadi vitamin bagi komunitas yang dibina oleh guru MAN 2 Singkarak, Haslinda, S.Ag.MA. Kegiatan itu terus berlanjut dan September kemarin dilakukan di jorong Kipek Nagari Aie Luo.

Yosa berharap, kehadiran Komunitas Walyatama bisa memberikan warna dan arti baru terhadap anak-anak yatim yang hidup di pinggiran kabupaten Solok .

Terkait pendanaan kegiatan itu, Walyatama mengumpulkan donasi dari berbagai donatur, organisasi ditambah dari iuran dari anggota.

"Kadang ada yang bantu untuk santunan, seperti Dompet Duafa dan ada juga yang bantu dalam bentuk lain, pokoknya kita sampaikan untuk membahagiakan anak yatim," tutupnya.

Penulis: Syafriadi | Editor: Haswandi