Setelah Ridwan Kamil, Gubernur Sumbar Tolak Pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Setelah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan menolak Undang - undang Omnibus Law Cipta Kerja, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno juga melayangkan surat menyatakan menolak UU tersebut.

Agak berbeda dengan Ridwan Kamil yang mengitari langsung Presiden, surat Irwan Prayitno ditujukan kepada ketua dewan perwakilan rakyat Indonesia. Isinya sama-sama menindaklanjuti aspirasi dari Serikat Pekerja/Serikat Buruh se Sumbar terkait dengan UU Omnibus Law Cipta Kerja.

baca juga: Serahkan SK CPNS Formasi 2019, Irwan Prayitno: ASN Pelayan, Jangan Ngebos

Surat bernomor 050/1422/Nakertrans/2020 tertanggal 8 Oktober 2020 itu adalah berupa bentuk penyampaian aspirasi serikat pekerja yg menolak diberlakukannya UU omnibus law Cipta Kerja yang telah disahkan menjadi undang-undang oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada, Senin 5 Oktober 2020 yang lalu.

Keputusan tersebut dianggap oleh masyarakat dan serikat pekerja terlalu cepat dan menuai banyak kontroversi dan tidak melindungi para pekerja. Sehingga banyak dari berbagai elemen seperti serikat pekerja mahasiswa dan sebagian politisi menyatakan menolak pengesahan dan pemberlakuan UU Cipta Kerja tersebut.

baca juga: Resmikan Perbaikan Jalan Lareh Sago Halaban Payakumbuh - Sitangkai, Gubernur: Truk Jangan Melebihi Tonase

Penolakan tersebut dibuktikan dengan adanya aksi unjuk rasa dari masyarakat, seperti buruh, mahasiswa, dan pelajar.

Bahkan, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menyerukan pada seluruh mahasiswa di Indonesia untuk melakukan aksi unjuk rasa demi membatalkan UU Cipta Kerja.

baca juga: Gubernur Batal Divaksin Perdana Di Sumbar

Sehubungan dengan hal tersebut, Pemerintah Provinsi Sumbar menyampaikan Aspirasi dari Serikat Pekerja/Serikat Buruh yang menyatakan menolak disahkannya Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja dimaksud. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir