Bawa Senjata Tajam Saat Demo, 2 Anak SMK Diciduk Polres Bukittinggi

Anak SMK diamankan
Anak SMK diamankan (Ist)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -Kepolisian Resor Kota Bukittinggi menahan seratus pelajar SMK maupun remaja tanggung yang ikut dalam demo menolak Undang-undang Omnibus Law , Jum'at 9 Oktober 2020.

Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara mengatakan, siswa SMK yang ikut demo itu kemudian dibawa ke Mapolres untuk didata.

baca juga: Melihat Upaya Kota Wisata Bukittinggi Bertahan di Masa Pandemi

"Dari 100 itu, ada 2 siswa SMK yang membawa senjata tajam berupa pisau dapur dan gunting," ucap Kapolres.

Ia mengatakan, pelajar tersebut diamankan sekitar pukul 14.00 WIB atau saat demo mahasiswa akan dimulai.

baca juga: Bukittinggi Terus Dorong Hotel dan Restoran Peroleh Sertifikasi CHSE

"Jadi kita saat itu sedang melakukan pengecekan untuk mencegah ada yang menyusup dalam demo mahasiswa . Selanjutnya, siswa yang kita amankan itu akan dipulangkan jika sudah dijemput orangtuanya," kata Kapolres.

Khusus 2 siswa yang membawa senjata tajam, akan dilakukan proses hukum karena tindakan mereka sangat tidak tepat.

baca juga: Keluarkan Aturan ASN Wajib Shalat Subuh Berjamaah, Andre Rosiade Bela Wako Bukittinggi

Demo Tolak Omnibus Law diikuti seribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bukittinggi. Demo dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dengan titik kumpul di Lapangan Kantin.

Selanjutnya, mahasiswa melakukan longmarch menuju DPRD. Demo baru berakhir sekitar pukul 19.30 WIB karena alotnya negosiasi antara mahasiswa dan DPRD.

baca juga: Bukittinggi Bertekad Jadi Pertama Temukan Formula Wisata di Masa Pandemi

Dalam demo tersebut, Polres Bukittinggi menurunkan sebanyak 279 personil dan 1 pleton anggota TNI.

Editor: Hatta Rizal