Aksi Terpuji Mahasiswa Bukittinggi Saat Demo, Bantu Ambulance Lewat

Mahasiswa Bantu Ambulance Melintasi Kerumunan
Mahasiswa Bantu Ambulance Melintasi Kerumunan (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF --Seribuan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Bukittinggi melakukan aksi demontrasi ke Gedung DPRD, Jum'at 9 Oktober 2020.

Demonstrasi dilakukan karena DPR RI mengesahkan Omnibus Law RUU Cipta Kerja menjadi Undang-undang pada Senin 5 Oktober 2020 lalu.

baca juga: Ratusan Pegawai RSUD Pariaman Tuntut Direktur Mundur dari Jabatan

Mahasiswa menuntut Undang-undang yang dinilai merugikan buruh itu segera dicabut. Aksi demonstrasi dilakukan dengan longmarch dari Lapangan Kantin menuju DPRD Bukittinggi sejak pukul 14.00 WIB tadi.

Ada satu momen menarik saat longmarch tersebut, ketika rombongan besar mahasiswa berhenti sejenak di depan SMPN 1 Bukittinggi, tiba-tiba muncul ambulance dengan sirine kencang dari arah berlawanan.

baca juga: Demo Mahasiswa Soal Penyelewengan Dana Covid-19, Ini Tanggapan Gubernur Baru Sumbar

Melihat kedatangan ambulance, secara spontan mahasiswa memberikan ruang agar ambulance tetap melaju dengan saling memberi aba-aba satu sama lain. Akhirnya, ambulance bisa lewat tanpa terkendala longmarch yang memadati badan jalan.

Mahasiswa tiba di Gedung DPRD sekitar pukul 15.30 WIB dan melakukan orasi hampir 2 jam. Kemudian, DPRD Bukittinggi melakukan negosiasi terkait tuntutan mahasiswa.

baca juga: Andre Rosiade Penuhi Janji, Wako Bukittinggi Cabut Perwako 40 dan 41 yang Memberatkan Pedagang

Ada 6 poin tuntutan mahasiswa, yakni mendesak Presiden menerbitkan Perpu, mendesak DPRD dan Pemko Bukittinggi menyampaikan penolakan Omnibus Law ke Presiden, Pemko Bukittinggi melakukan konferensi pers bersama perwakilan mahasiswa terkait penolakan Omnibus Law, mendesak perwakilan fraksi di DPRD menandatangi penolakan, serta mendesak DPC Partai di DPRD memasang Baliho sebagai bentuk penolakan.

Ketua DPRD Bukittinggi Herman Sofyan mengatakan, dari 6 tuntutan tersebut pihaknya menyanggupi 4 saja, yang 2 lagi akan dibicarakan terlebih dahulu.

baca juga: Usai Pelantikan Walkot, Andre Rosiade Sebar Ratusan Sembako di Bukittinggi

"Soal baliho tentu kita tak bisa sanggupi untuk saat ini, kita bicarakan dengan partai. Satu lagi soal fraksi di DPRD yang harus menandatangi penolakan, itu juga tak bisa dilakukan karena tak semua anggota DPRD hadir hari ini," terang Herman Sofyan.

Akibat semua tuntutan tak bisa dipenuhi, negosiasi berlangsung sangat alot hingga kemudian kedua pihak sepakat menandatangi nota kesepahaman. Sekitar pukul 19.30 WIB, akhirnya demonstrasi di DPRD Bukittinggi selesai.

Sementara, Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara mengatakan, aksi demonstrasi ini berlangsung damai tanpa adanya gesekan.

Editor: Hatta Rizal