KPU Buka Pendaftaran KPPS di Pessel

Komisioner KPU Pesisir Selatan, Febriani
Komisioner KPU Pesisir Selatan, Febriani (Kiki Julnasri/Klikpositif.com)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel ), Sumatera Barat mengungkapkan, wanita hamil tidak memenuhi syarat (TMS) dalam mengikuti perekrutan kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di Pilkada 2020.

"Ibu (wanita) hamil, tidak bisa mendaftar (KPPS) karena dianggap rentan terhadap penuluran COVID-19," ungkap Komisioner KPU Pesisir Selatan , Febriani pada KLIKPOSITIF , Minggu 10 Oktober 2020.

baca juga: Hari Ini Pasien Sembuh COVID-19 di Pessel Bertambah 9 Orang, Positif Baru 5 Orang

Selain wanita hamil, umur calon KPPS juga diatur dalam pendaftaran pada Pilkada tahun ini. Di antaranya peserta harus berumur 20 tahun.

"Kalau Pileg dan Pilpres kemarin (2019) umur 17 tahun masih masuk. Tapi, untuk Pilkada tahun ini harus berumur 20 tahun minimal," terangnya.

baca juga: Pencarian Satu Korban Hanyut di Airpura Pessel Hingga Hari Ketiga Belum Membuahkan Hasil

Ia menjelaskan, pendaftaran KPPS dibuka mulai tanggal 12 hingga 18 Oktober 2020.

Menurutnya, KPU membuka kesempatan untuk 7.700 orang yang ditentukan sesuai prosedur dan persyaratan yang telah ditetapkan KPU.

baca juga: Paslon 01 Pilkada Pessel Singgung Soal Wisata Halal, Paslon Urut 03 Sebut Hal Ini

"Karena 1 TPS, kita membutuhkan sebanyak 7 orang KPPS. Dikali 1100 TPS, maka jumlah KPPS yang diterima berjumlah 7.700 orang," terangnya.

Ia berharap, seluruh tahapan bisa berjalan lancar dan bagi warga yang ingin bergabung menjadi KPPS bisa mengunjungi sekretariat PPS di nagari masing-masing.

baca juga: 3 Jam Debat Kandidat Putaran Kedua, Ini Hasilnya

"Setiap tahapan, itu akan diumumkan ke publik. Dan pengumuman wajib ditempatkan, di tempat-tempat strategis yang mudah dilihat orang," tutupnya.

Diketahui, pada Pileg dan Pilpres 2019 mencapai 10.353 KPPS dengan jumlah TPS sebanyak 1479. Sedangkan pada Pilkada 2020 jumlah TPS berkurang menjadi 1.100 dengan jumlah KPPS hanya mencapai 7.700 orang.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Haswandi