Amankan Massa Aksi, Ombudsman Nilai Polisi Krasak-krusuk

Aksi massa saat penolakan Undang-undnag Cipta Kerja
Aksi massa saat penolakan Undang-undnag Cipta Kerja (Halbert Caniago)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Ombudsman Perwakilan Sumatera Barat menilai kepolisian krasak-krusuk dalam pengamanan aksi penolakan Undang-undang Cipta Kerja lalu.

"Upaya kepolisian yang mengambil semua orang yang ada di lokasi aksi, itu merupakan tindakan yang krasak-krusuk," kata Kepala Ombudsman Sumbar, Yefri Heriani saat diwawancarai KLIKPOSITIF .com, Senin 12 Oktober 2020.

baca juga: Uang Hasil Pencurian Batu Akik Rp 286 Juta Lebih, Pelaku Habiskan untuk Belanja dan Pesta

Ia mengatakan, hal tersebut akan menjadi catatan penting bagi pihak kepolisian agar lebih mengatur bagaimana sistem pengamanan aksi kedepannya.

"Massa unjuk rasa itu kan bukan hanya massa yang terorganisir, ada massa yang berpartisipasi ketika mereka melihat dan merasakan. Meskipun mereka tidak tahu. Yang dia tahu satu poin bahwa sebuah aturan itu akan merugikan mereka kedepan," lanjutnya.

baca juga: Ombudsman Sumbar Buka Posko Pengaduan PPDB Online 2021

Ia memperkirakan keikutsertaan pelajar dalam aksi tersebut karena mereka merasa setelah tamat sekolah akan langsung terjun ke dunia kerja. Dengan begitu, mereka merasa penting untuk menyampaikan aspirasinya.

"Mungkin mereka tidak terkoneksi dengan jaringan yang akan melakukan aksi. Tetapi mereka masuk dalam massa yang berpartisipasi," lanjutnya.

baca juga: Ada Pembaruan, SIM C Bakal Dibagi Tiga Bagian

Ia berharap agar kepolisian kedepannya benar-benar memperhatikan mekanisme atau SOP penanganan massa unjuk rasa.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Ramadhani