Ombudsman Sumbar Pertanyakan Siapa yang Akan Lindungi Pelapor Pelanggar Perda?

Yefri Heriani, Kepala Ombudsman Perwakilan Sumbar
Yefri Heriani, Kepala Ombudsman Perwakilan Sumbar (Halbert Caniago)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Ombudsman Perwakilan Sumatera Barat menilai perlindungan terhadap masyarakat yang melaporkan adanya pelanggaran Perda 06 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru masih lemah.

"Di dalam Perda itu kan ada prosedur pengaduan masyarakat terkait pengawasan Covid-19. Kita ingin memastikan, bagaimana prosedur itu benar-benar memberikan perlindungan kepada masyarakat," kata Kepala Ombudsman Perwakilan Sumbar, Yefri Heriani.

baca juga: Identik dengan Busana Branded, Gamis Nagita Slavina Bibanderol dengan Harga Terjangkau Cocok Untuk Lebaran

Menurutnya, masyarakat akan takut melaporkan pelanggaran Perda itu karena takut akan ancaman dari terlapor.

"Misalnya ada relasi di sebuah perkantoran, masyarakat itu kan bukan hanya orang di luar kantor saja. Tetapi orang yang berada di dalam kantor itu sendiri juga masyarakat. Bagaimana perlindungan terhadap mereka nantinya," lanjutnya.

baca juga: Sambut Lebaran, Ingat Makan Berlebihan Bisa Picu 6 Masalah Kesehatan Ini

Ia mencontohkan seorang karyawan melaporkan bosnya yang tidak menaati protokol kesehatan . Apakah pemerintah akan bersedia untuk memberikan perlindungan.

"Di perda kami lihat belum jelas disampaikan siapa yang akan melindunginya saat kejadian tersebut terjadi," lanjutnya.

baca juga: Jelang Lebaran, Wisma Atlet Rawat 1.247 Pasien Covid-19

Seperti diketahui, penindakan pelanggar Perda nomor 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Pengendalian dan Pencegahan Covid-19 telah dilakukan sejak beberapa hari belakangan.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Eko Fajri