NA-IC Berkomitmen Wujudkan Sumbar yang Unggul, Religius, Beradat dan Berbudaya

Nasrul Abit dan Indra Catri Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar
Nasrul Abit dan Indra Catri Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Pasangan calon Nasrul Abit - Indra Catri akan memperkuat sektor agama, adat, dan budaya jika nanti terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar.

"Agama, adat, dan budaya menjadi poin penting yang harus diperhatikan bersama. Norma-norma ini merupakan jati diri masyarakat sejak dulu," kata Nasrul Abit di Padang, Senin (12/10/2020).

baca juga: Festival Langkisau, Ancang-ancang Atlet Paralayang Raih Emas di PON Papua

Pasangan nomor urut 2 ini memiliki slogan Sumbar Unggul untuk Semua. Salah satu program Sumbar Unggul NA-IC ialah segi religi, adat, dan budaya. Apa saja program religi, adat, dan budaya tersebut?

Pertama, dikelolanya Masjid Raya Sumbar secara modern "bercita rasa" Masjidil Haram dan Nabawi. Dengan kata lain, NA-IC ingin mewujudkan masjid yang aman, nyaman, bersih dan memiliki imam besar.

baca juga: Budi Syukur akan Aktifkan dan Berdayakan Anggota IKPS/PKPS di Daerah

Kemudian, menjadwalkan pengajian rutin setelah salat Zuhur, Asar, dan Magrib. Mereka ingin menjadikan Masjid Raya Sumbar sebagai pusat dan taman pengajian Alquran dan hadis.

Selanjutnya, memfasilitasi kegiatan sosial, adat dan budaya bernuansa islami. Pihaknya juga akan memberikan bantuan hibah kepada organisasi keagamaan dan sosial budaya.

baca juga: Sengaja Budi Syukur Ketum Terpilih IKPS/PKPS Sumbar 2021-2026

"Masjid Raya Sumbar ini akan jadi pusat kegiatan yang memberikan dampak positif bagi semua kalangan masyarakat," tutur Nasrul Abit .

Poin kedua, yakni memberikan apresiasi berupa insentif, penghargaan, dan anggaran pembinaan kepada seniman dan budayawan dalam grup seni budaya.

baca juga: Dilantik Nasrul Abit, Zul Elfian Pimpin Mabi Kwarcab Pramuka Kota Solok

Ketiga, memfasilitasi minimal satu kali dalam setahun even seni budaya bertaraf internasional yang bersinergi dengan pariwisata.

"Kami juga melibatkan unsur ninik mamak, alim ulama, cerdik pandai, dan bundo kanduang dalam menyusun konsep pembangunan dalam sektor keagamaan dan kebudayaan," ucap Nasrul Abit .

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Haswandi