Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, Ini Harapan Ketua PORTI Luak Limopuluah

Anak nagari di Payakumbuh saat melakukan aksi terbang itik di salah satu galanggang yang ada di Kota Payakumbuh.
Anak nagari di Payakumbuh saat melakukan aksi terbang itik di salah satu galanggang yang ada di Kota Payakumbuh. (Instagram @IjotGoblin30)
PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF -

Permainan anak nagari Pacu Itik baru saja dinobatkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI pada Jumat 9 Oktober 2020 lalu. Hal ini diketahui dari informasi yang disampaikan Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Payakumbuh Riswandi saat dihubungi KLIKPOSITIF kemarin.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Persatuan Olahraga Terbang Itik (PORTI) Luak Limo Puluah YB. Datuak Parmato Alam memberikan apresiasi kepada pegiat terbang itik yang ada di Payakumbuh dan Lima Puluh. Ia juga berterimakasih kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang telah memberikan penghargaan kepada permainan anak nagari sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

baca juga: Hari Pertama Sekolah, Sekda Payakumbuh Temukan Ada Guru yang Tidak Pakai Masker di Kantor

"Semoga dengan penobatan ini, olahraga terbang itik atau pacu itik ini dapat menjadi magnet wisata tersendiri bagi wistawan untuk datang ke Payakumbuh atau Lima Puluh Kota. Sebab pacu itik ini sendiri hanya ada di Luak Limo Puluah dan satu-satunya di dunia," kata YB. Dt. Parmato Alam yang merupakan tokoh masyarakat dari Kecamatan Payakumbuh Selatan ini.

Selain itu, ia juga berharap ke depannya peran pemerintah dan stakeholder terkait dapat lebih maksimal. Salah satunya dengan melakukan dan merancang agenda rutin terkait terbang itik ini sebagai salah satu upaya meningkatkan pariwisata dan meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat.

baca juga: Wakil Ketua KPK Hadir di Kota Payakumbuh

"Dengan adanya event rutin dan perhatian pemerintah serta stakeholder yang ada maka masyarakat sekitar tentunya diharapkan dapat terdampak, khususnya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Banyak hal bisa dilakukan untuk melakukan pembinaan terhadap peternak itik dan pegiat terbang itik," kata politisi Partai Golkar yang telah menjabat selama 3 periode di DPRD Payakumbuh tersebut.

Adanya momentum ini, ia berharap olahraga terbang itik yang merupakan permainan anak nagari dan telah berusia puluhan tahun ini dapat dilestarikan. Sebab saat ini telah menjadi budaya nasional yang akan dikenal tidak hanya di Indonesia, tapi juga di dunia internasional.

baca juga: Puluhan Kilogram Narkotika dan Ratusan Miras Dimusnahkan di Payakumbuh

"Harapan terbesar adalah memberikan dampak ekonomi yang bagus untuk masyarakat dan kearifan lokal ini dapat terjaga sebagai alat pemersatu bagi berbagai pihak. Kemudian semoga akan lahir peternak itik pacu yang handal dalam menciptakan bibit unggul itik pacu yang tentunya membutuhkan kerjasama berbagai pihak untuk mewujudkannya," ujarnya.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Haswandi