Calon Pengantin Harap Bersabar, Terhitung 9 November Warga Padang Tidak Boleh Menggelar Pesta Pernikahan

Pesta pernikahan di Maninjau (Sebelum Pendemi COVID-19)
Pesta pernikahan di Maninjau (Sebelum Pendemi COVID-19) (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Sesuai surat Edaran Wali Kota Padang Nomor 870.743/BPBD-Pdg/X/2020, terhitung tanggal 9 November 2020 masyarakat di Kota Padang dilarang menggelar pesta pernikahan .

Masyarakat hanya diperbolehkan melaksanakan akad nikah di kantor KUA, rumah ibadah, atau di rumah, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

baca juga: Masyarakat Sumbar akan Divaksin COVID-19? Gubernur Minta Disosialisasikan Dulu

"Hanya diperbolehkan akad nikah saja, untuk resepsi pernikahan di gedung, convention center dan lainnya tidak diperbolehkan karena kondisi pandemi saat ini," kata Plt Walikota Padang Hendri Septa, Rabu 14 Oktober 2020 di Padang.

Hendri Septa mengatakan, larangan mengadakan pesta perkawinan tersebut mengingat semakin tingginya kasus penyebaran COVID-19 di Kota Padang .

baca juga: Terus Melonjak, Angka Positif Corona di Indonesia Sudah 385.980 Kasus

"Setelah dilakukan pengamatan dan pengawasan maka kita putuskan untuk meniadakan pesta perkawinan terhitung tanggal 9 November 2020 nanti," ujarnya.

Bagi masyarakat yang melanggar aturan yang telah ditetapkan maka aparat terkait akan membubarkan dan pelaku akan dikenai sanksi sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

baca juga: Baru Nikah, Suami Nikita Willy Protes Karena Hal Ini

Dengan keluarnya SE Wali Kota tersebut maka Surat Edaran Walikota No. 870.392/BPBD-Pdg/VI/2020 tanggal 12 Juni 2020 tentang Pelaksanaan Pesta Perkawinan Dalam Masa Pola Hidup Baru resmi dicabut.

"SE Walikota ini akan ditinjau ulang kembali bilamana kasus COVID-19 sudah menurun atau dapat dikendalikan oleh Pemko Padang," tutupnya.

baca juga: Inggris Uji Coba Tes Air Liur Untuk Deteksi Virus COVID-19

Mendapat informasi tersebut, Dedi (29) calon pengantin warga Koto Tangah, Kota Padang mengaku akan menjadwal ulang pesta pernikahan yang akan digelar pertengahan November. Dedi harus bersabar hingga pesta dibolehkan digelar.

"Kemungkinan nikah saja dulu, resepsi diundur hingga larangan dicabut. Tentunya akan dibicarakan ulang dengan keluarga calon istri," katanya. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir