Walaupun Pandemi COVID-19, Peminat Rumah Hunian di Padang Cukup Tinggi

Proses pembangunan di De Balai Baru Residence
Proses pembangunan di De Balai Baru Residence (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Walaupun masih masa pandemi COVID-19, usaha properti di Kota Padang, Sumatera Barat ternyata memiliki banyak peminat.

Hal itu dirasakan PT Pejuang Langit Berkah yang bergerak di bidang properti yang saat ini sedang membangun sebuah kawasan perumahan di Balai Baru Kota Padang. Dikenal dengan De Balai Baru Residence.

baca juga: Kasus Covid-19 Meroke, India Kehabisan Stok Oksigen

Direktur Pemasaran PT Pejuang Langit Berkah Alfadani menyampaikan, De Balai Baru Residence baru berjalan tiga bulan. Tapi hasilnya telah ada 9 unit rumah yang terjual dengan berbagai type dan penjualan itu berada di situasi COVID-19.

"Ternyata peminat masih cukup tinggi, dan saya tidak menyangka hal itu," katanya, Kamis, 15 Oktober 2020.

baca juga: Terungkap, Ini Jumlah Potongan Paket Sembako Untuk Mantan Mensos

Dia menjelaskan type rumah yang dijualnya itu type 38/82, 38/95, 38/89, 48/103, 50/104, 55/163, dan 60/125. Dan memang bangunan di De Balai Baru Residence itu yang cukup banyak peminat adalah ukuran 38, 48, dan 60.

Pembeli kebanyakan datang dari orang-orang luar daerah seperti Jakarta yang merupakan perantau dari Sumbar. Hal itu berkat adanya pemasaran yang memanfaatkan media sosial sehingga memiliki jangkauan yang luas.

baca juga: Semen Padang Hospital Lakukan Persiapan Tanggapi Kasus COVID-19 yang Kembali Melonjak

Ia menyebutkan adanya penjualan dan respon yang positif untuk usaha properti ini merupakan bagian dari cara pemasaran serta kondisi bangunan dan lahan yang disediakan sangatlah strategis.

"De Balai Baru Residence itu berada di kawasan yang strategis yakni dekat dari pusat kota, perguruan tinggi, balai kota, serta tak jauh dari Bandara Internasional Minangkabau. Makanya banyak orang melirik De Balai Baru Residence," ujarnya.

baca juga: Tambah Empat Orang Lansia Terpapar COVID-19 di Tanah Datar, Pemkab Ajak Warga Bersedia di Vaksin

Alfadani yang sudah berpengalaman dengan usaha properti nyaris 10 tahun ini mengatakan setiap kawasan perumahan yang dijualnya memiliki jaminan kawasan yang aman dari banjir, lingkungan yang bersih, serta memiliki kawasan yang benar-benar mengedepankan suasana alam.

Begitu juga soal kualitas, untuk type rumah 38 De Balai Baru Residence memberikan kualitas rumah premium dan berbeda dengan dengan type 38 pada umumnya. Keistimewaannya itu salah satu adalah lantainya menggunakan granit sehingga memberikan kesan mewah.

"Harga untuk type 38 itu saat ini Rp380 juta dan untuk type 38 ini pun hanya tersisa 1 unit lagi. Memang type 38 ini cukup laris, karena ada kelebihan tanah di belakang seluas 3,5 meter sehingga bisa menambah bangunan nantinya," jelas dia.

Untuk itu Alfadani mengakui kondisi penjualan usaha properti ini semakin membaik disaat di Sumbar sendiri telah mengakhiri masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sehingga aktivitas masyarakat pun kembali membaik.

Karena memang selama Sumbar PSBB dulu, De Balai Baru Residence merasa cukup gamang karena lahan yang tersedia di Jalan Rimbo Tarok Kecamatan Kuranji Padang itu bakal terlantar. Tapi setelah adanya adaptasi kebiasaan baru De Balai Baru Residence pun banyak peminat.

"Sekarang saja dalam sehari itu ada sekitar 5 orang yang menghubungi kita untuk melihat kondisi bangunan. Dan rata-rata berhasil terjual," ungkapnya.

Dalam penjualan properti ini PT Pejuang Langit Berkah belum menjual rumah dengan sistem KPR. Tapi lebih ke sistem penjualan cash dengan sistem tanpa riba alias secara syariah.

Dimana setiap orang yang ingin membeli rumah bisa untuk membayarkan DP sebesar 20 persen dari harga rumah, dan pembayaran DP pun bisa dilakukan secara bertahap selama tiga bulan. Sementara sisanya bisa dilunasi secara bertahap pula dengan rentang waktu 6 hingga 12 bulan.

"Saya rasa cara seperti ini lebih aman dan terhindar dari riba. Karena harga rumah itu tidak ada bunga nya meskipun pembayarannya secara bertahap," tukasnya.

Editor: Joni Abdul Kasir