Positif COVID-19 Meningkat Tajam, Ini Yang Dilakukan Pemprov Sumbar

Gubernur Sumbar saat meninjau RSUP M Djamil Padang
Gubernur Sumbar saat meninjau RSUP M Djamil Padang (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Kasus positif COVID-19 di Sumatera Barat (Sumbar) akhir - akhir ini meningkat tajam. Hari ini (Jumat 16 Oktober 2020) 506 orang terkonfirmasi positif di provinsi itu.

Untuk mengimbangi jumlah pasien COVID-19, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sudah mempersiapkan rumah sakit dan tempat isolasi di daerah untuk penanganan pasien positif. Hal itu sebagai antisipasi lonjakan kasus yang terus meningkat.

baca juga: Tingkat Kesembuhan Covid-19 di Kabupaten Agam Capai 89,04 Persen

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyampaikan, peningkatan kasus positif COVID-19 masih melonjak tajam. Sehingga berpotensi terjadi kekurangan ruangan untuk isolasi dan karantina.

"Untuk itu, harus ada rumah sakit lain yang disiapkan untuk menangani COVID-19 dengan penambahan ruangan dan tempat tidur," kata Irwan Prayitno saat melakukan peninjauan RSUP M. Djamil Padang (16/10).

baca juga: Pemain Sepakati Pemotongan Gaji, Barcelona FC Terhindar dari Kebangkrutan

Menurut Irwan Prayitno , upaya untuk mengendalikan COVID-19 di Sumbar masih berpegang pada testing, tracing, isolasi, karantina dan rumah sakit .

"Untuk RSUP M. Djamil Padang sudah ada 68 tempat tidur, 31 ruang ICU dan 37 ruang HCU, semuannya kita persiapkan untuk menampung pasien COVID-19 yang berat. Pemprov Sumbar memberi apresiasi kepada RS M DJamil yang tanggap dan cepat menambah tempat tidur," ujarnya

baca juga: Hari Ini, 11 Warga Tanah Datar Terkonfirmasi Positif COVID-19, Meninggal 1 Orang

Khusus untuk RSUP M. Djamil Padang menangani kasus berat Covid-19, karena fasilitas medis yang lengkap dan bisa menangani dengan baik. Kemudian untuk RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi dan pemanfaatan ruang Cindua Mato sebagai ruang isolasi juga sudah dipersiapkan juga bagi pasien kategori sedang dan berat.

"Supaya nanti apa yang kita kuatirkan tidak terjadi dan bisa kita tampung dengan target mengurangi kematian dan meningkatkan kesembuhan," sebutnya.

baca juga: Hasil Rapid Test, Puluhan Orang Pengawas TPS di Pasaman Barat Reaktif Covid-19

Tidak hanya itu, Irwan Prayitno mengaku juga sudah memerintahkan masing-masing kepala daerah di Sumbar untuk mempersiapkan rumah sakit di daerahnya untuk penanganan Covid-19 ini, bahkan terkait untuk menyiapkan rumah sakit itu juga sudah ada suratnya.

"Termasuk Asrama Haji Padang yang bisa menampung dua ratusan orang untuk isolasi, InsyaAllah hari Senin besok sudah bisa diproses," ucap Irwan Prayitno .

Selain di Kabupaten dan Kota untuk menyiapkan tempat-tempat isolasi, pemda Kabupaten dan Kota juga menggerakan Nagari-Nagari untuk menyiapkan secara mandiri, termasuk pihak BUMN dan perusahaan swasta untuk mempersiapkannya, untuk mengurangi beban pemerintah.

"Masyarakat tidak perlu cemas, kita menyediakan tempat isolasi dan karantina yang cukup. Rumah sakitpun juga bertambah. InsyaAllah masih bisa tercover," imbuhnya.

Untuk itu Gubernur mengajak masyarakat untuk tidak longgar protokol kesehatan, agar bisa meminimalisir penambahan positif COVID-19 di Sumbar.

"Kuncinya kita harus patuhi protokol kesehatan, InsyaAllah kita bisa terjaga dari COVID-19. Untuk itu mari kita patuhi protokol kesehatan, yaitu pakai masker saat diluar rumah, cuci tangan dan tetap jaga jarak," tukasnya. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir