Jelang Pilkada, Jajaran Polsek Sungai Limau Ingatkan Warga Hal ini

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Jajaran Polsek Sungai Limau berikan imbauan kepada warga di wilayah hukumnya agar masyarakat tidak terpengaruh terhadap hoaks alias berita bohong saat Pilkada Serentak tahun 2020.

Kapolsek Sungai Limau, Iptu Nazirwan mengatakan pihaknya menyambangi warga Sungai Limau serta para tokoh masyarakat. Di saat pertemuan dengan warga tersebut Iptu Nazirwan mengajak warga untuk tidak termakan hoax dan terlibat 'kampanye hitam'.

baca juga: Bawaslu Solsel: Dari 126 Kegiatan Kampanye, Satu Dibubarkan

"Perihal ini bertujuan agar warga Sungai Limau tidak terpancing atau terlibat berita bohong serta ikut-ikutan kampanye hitam," ungkap Kapolsek Iptu Nazirwan, Sabtu 17 Oktober 2020.

Bagiamanapun, kata Kapolsek lagi, ketertiban dan keamanan Pilkada mendatang tidak terlepas dari dukungan seluruh elemen masyarakat.

baca juga: Panwascam Solsel Harapkan Hal Ini dari Masyarakat dalam Pilkada

"Saat ini penting sekali untuk menerapkan langkah antisipasi atau upaya pencegahan secara dini segala potensi yang memecah belah kerukunan warga," sebut Nazirwan.

Berkenaan dengan itu pihaknya baik secara individu atau melalui Bhabinkamtibmas setiap waktu berupaya mengimbau kepada seluruh warga agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban Pilkada.

baca juga: Resmikan Masjid Baabul Jannah, Bupati Solok Teringat Masa Kecilnya

"Bersinggungan dengan Pilkada ini juga, karena pelaksanaannya di masa pandemi, kami tetap juga mengimbau kepada warga agar mematuhi protokol kesehatan. Imbauan untuk tertib protokol ini diharapkan bisa menjadi budaya di tengah masyarakat, khususnya warga Sungai Limau," jelas Nazirwan.

Kapolsek itu meyakini, jika adaptasi kebiasaan baru telah membudaya di tengah masyarakat maka dengan sendirinya kasus pandemi ini akan berkurang bahkan bisa hilang.

baca juga: Salahi Aturan, Bawaslu Solok Telah Tertibkan 1.916 APK

"Ini juga mengantisipasi agar jangan ada kluster Pilkada nantinya," ulas Nazirwan.

Penulis: Rehasa | Editor: Eko Fajri