NA-IC Akan Jadikan Masjid Raya Sumbar Bercita Rasa Masjidil Haram dan Nabawi

Masjid Raya Sumbar
Masjid Raya Sumbar (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Umat Islam mana yang tak ingin masjid tempat mereka beribadah megah, anggun, aman dan nyaman seperti Masjid Haram di Mekkah dan Nabawi di Madinah.

Sumbar sudah punya masjid megah, yakni Masjid Raya Sumbar yang bisa dikembangkan seperti dua masjid di Arab Saudi itu.

baca juga: Pesan Perantau: Kemenangan Nasrul Abit Akan Ukir Sejarah Pessel

Juru Bicara Tim Pemenangan NA-IC Hidayat menjelaskan, memakmurkan masjid dan menjadikan masjid pusat kegiatan umat menjadi salah satu program unggul pasangan calon Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit - Indra Catri .

"Kami ingin Masjid Raya Sumbar dikelola secara modern "bercita rasa" Masjidil Haram dan Nabawi. Dengan kata lain, NA-IC ingin mewujudkan masjid yang aman, nyaman, bersih, memiliki imam besar dan menjadi pusat kegiatan umat," jelas Hidayat kepada KLIKPOSITIF , Minggu, 18 Oktober 2020.

baca juga: Warga dan Perantau Minang 'Panas Hati' Nasrul Abit Difitnah Keturunan PKI

Dilanjutkannya, dalam program unggulan NA-IC, Masjid Raya Sumbar akan ditata dan dikelola sebaik mungkin. Mulai dari pemanfaatan fasilitas yang ada seperti tanam bisa dijadikan pusat kegiatan umat, gedung-gedung dimanfaatkan sebagai pusat dan taman pengajian Alquran dan hadis.

"Kita ingin Masjid Raya Sumbar tempat anak-anak belajar Alquran dan Hadis, tempat masyarat berkeluh-kesah kepada ulama, pusat kajian keislaman mulai dari kajian akidah hingga fiqih. Sehingga persoalan umat tidak diselesaikan di warung atau kedai kopi tapi di masjid," terangnya.

baca juga: Paslon Wali Kota Solok Ini Kepincut Ikuti Jejak Kepemimpinan Nasrul Abit

Kemudian kata Hidayat, pengolahan masjid melibatkan tenaga professional dari berbagai bidang ilmu. Mulai dari ulama, manajemen bahkan entertain.

"Kita harus punya imam besar tetap yang fasih bacaannya, punya sound system yang bagus sehingga salat serasa di Nabawi kemudian kita punya pustaka Islam jadi pusat pembelajaran, memanfaatkan taman sebagai tempat berjualan bagi pelaku UMKM seperti sajadah dan sebagainya. Bisa juga kita sediakan semacam studio mini untuk memutar film sejarah Islam dan tokoh Islam Minangkabau," tuturnya.

baca juga: Korban Kerusuhan Wamena Menangis di Hadapan Nasrul Abit

Semua itu menurut Hidayat, agar persoalan umat khusuk di Sumbar bisa terselesaikan dengan tetap mengadopsi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

"Ini gagasan kecil tapi punya manfaat besar. Masjid Raya Sumbar bisa sebagai contoh bagi masjid-masjid lain di daerah. Kami akan wujudkan ini jika NA-IC terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur Sumbar. Kami di legislatif akan dorong dengan regulasi karena pengelolaan masjid ini dibawah Pemprov Sumbar," tukasnya. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir