Erosi Batang Agam, Bikin Petani di Baso Kehilangan Sawahnya

Erosi Mengancam Lahan Persawahan di Baso
Erosi Mengancam Lahan Persawahan di Baso (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

AGAM , KLIKPOSITIF --Sejumlah petani di Jorong Mancuang, Nagari Padang Tarok, Kecamatan Baso, Agam -Sumbar khawatir dengan erosi yang terjadi di Bantaran Sungai Batang Agam .

Sebabnya, erosi itu telah menyebabkan sejumlah lahan persawahan rusak dan lenyap akibat dikikis air sungai. Petani khawatir, dampak erosi akan terus meluas jika Pemerintah tak segera mencari solusinya.

baca juga: Ada Dugaan Galian C Dibalik Abrasi Batang Agam, Gubernur Minta Polisi Bertindak

"Erosi terjadi sejak beberapa waktu belakangan ini. Jika permukaan sungai naik, maka tebing-tebing itu terkikis dan berdampak ke persawahan di atasnya," kata salah satu warga Afrimol Finaldi, Minggu 18 Oktober 2020.

Ia mengatakan, jika hujan terjadi di arah hulu Batang Agam , maka petani di sepanjang Bantaran akan ketar-ketir mengingat tebing-tebing setinggi sekitar 3 meter itu rawan ambruk.

baca juga: Puting Beliung Rusak 8 Rumah di Agam

"Kita harap Pemerintah segera mengatasinya. Bisa lewat pemasangan batu bronjong maupun cara lain yang efektif," harap Afrimol.

Sementara, Babinsa Nagari Padang Tarok Sertu Afikros menyebut, lahan warga yang terdampak akibat erosi itu panjangnya sekitar 100 meter dan lebarnya mencapai 50 meter.

baca juga: Update COVID-19 di Agam, Pasien Sembuh Sebanyak 624

"Di Bantaran ini, tak hanya persawahan saja yang terancam, tapi juga pemukiman warga. Kita takut dampaknya lebih meluas," katanya.

Warga, kata Sertu Afikros, sejauh ini sudah berupaya melakukan gotong-royong secara manual dengan mencoba memindahkan aliran air agar tak langsung mengarah ke tebing-tebing yang rapuh itu.

baca juga: Hari Pertama Operasi Yustisi di Agam, 49 Orang Terjaring

Editor: Hatta Rizal