Terkenang Tragedi Wamena Papua, Tangis Yudesneli Pecah Dihadapan Nasrul Abit

Des saat mengukapkan kekagumannya kepada Nasrul Abit, di Rumah Gadang Reinier Datuak Mangkuto Alam, Kelurahan VI Suku, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, Minggu, 18 Oktober 2020.
Des saat mengukapkan kekagumannya kepada Nasrul Abit, di Rumah Gadang Reinier Datuak Mangkuto Alam, Kelurahan VI Suku, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, Minggu, 18 Oktober 2020. (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Tangis Yudesneli (56) warga Kelurahan VI Suku, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok pecah. Dia tak bisa membendung air matanya saat menyampaikan kekaguman terhadap sosok Nasrul Abit yang jadi penyelamat saat kerusuhan Wamena setahun lalu.

"Ambo yo sabana kagum ka apak, lamo ambo ingin basobok jo apak. Ingin ambo mamaluak apak. Yo apak surang nan barani ka Wamena manjapuik masyarakat awak. (Saya sangat kagum sama bapak, lama saya ingin bertemu dengan bapak. Ingin rasanya memeluk bapak. Bapak sendiri yang berani ke Wamena menjemput masyarakat kita korban kerusuhan )," ungkap sembari menahan tangis.

baca juga: Andre Rosiade: NA-IC Unggul Segala-galanya Dalam Debat Pilgub

Peristiwa haru itu terjadi saat Calon Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit melakukan kunjungan ke Rumah Gadang Reinier Datuak Mangkuto Alam, Minggu, 18 Oktober 2020.

Dihadapan Ninik Mamak dan Bundo Kanduang, sambil terbata-bata Des mengukapkan perasaannya kepada Nasrul Abit . "Ambo sabana kagum, orang lain sebananyo mampu, tapi cuma apak Nasrul Abit nan berani manjapuik, mambaok masyarakat awak pulang (saya sangat kagum, orang lainnya sebenarnya mampu, tapi hanya bapak Nasrul Abit yang berani menjemput, membawa masyarakat kita pulang," ulangnya lagi.

baca juga: Komunitas Pedangan Pasar Raya Padang Dukung Nasrul Abit - Indra Catri

Waktu kerusuhan itu terjadi, Des menangis mengenang nasib perantau Minang di Wamena . Lalu datang seorang Nasrul Abit sebagai penyelamat bagi perantau.

"Saat itu ambo manangih pak, ba a la nasib urang awak di situ. Ambo yo sabana bersyukur pak. Ambo badoa semoga kebaikan apak dibalas oleh Allah SWT (saat itu saya menangis pak, bagaimana nasib perantau Minang disana. Saya sangat bersyukur bapak jadi penyelamat. Saya berdoa agar kebaikan bapak dibalas Allah SWT," isaknya pecah, dia tak tahan menahan tangisnya.

baca juga: Penyanyi Minang An Roys Dukung Nasrul Abit pada Pilkada Sumbar

Namun dengan rendah hati Nasrul Abit menjawab, bahwa yang dia lakukan merupakan tugas mulia, bisa menyelamatkan dan membawa pulang perantau Minang korban kerusuhan .

"Itu tugas ambo, sebagai pemimpin ado masyarakat dalam kesusahan ambo harus hadir. Kok tabanam ambo selami ma, kok hilang dima rimbonyo. Ambo bertanggungjawab atas masyarakat ambo (itu tugas saya, sebagai pemimpin saya harus hadir saat masyarat dalam kesusahan. Kalau mereka terbenam saya selami, kalau hilang dimana rimbanya. Saya bertanggungjawab atas masyarakat saya)," ungkapnya.

baca juga: Buntut Kerusuhan di Penjara, Sri Langka Akan Bebaskan Ribuan Tahanan

Nasrul Abit menceritakan, saat kejadian dia melapor ke Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Dia langsung ditugaskan malam itu juga untuk berangkat ke Wamena Papua.

"Pak gubernur bilang tidak ada orang yang sanggup, pak Wagub berangkat malam ini juga. Saya langsung jawab, siap pak gubernur," katanya.

Nasrul Abit mengatakan, saat sampai di Wamena perantau Minang disana masih kocar-kacir menyelamatkan diri dari kerusuhan . Korban kebakaran, harga hingga nyawa.

"Alhamdulillah sebanyak 800 orang berhasil kita diselamatkan dan diberi bantuan secara bersama-sama termasuk donasi perantau diberikan kepada korban kerusuhan ," tuturnya.

Untuk diketahui, kerusuhan Wamena mengakibatkan duka mendalam bagi perantau Minang. Mereka harus kehilangan nyawa dan harta benda dibakar oleh perusuh. Terdata sebanyak 33 orang meninggal dunia, 224 mobil roda 6 dan 4 hangus, 150 motor, 465 ruko hangus, dan 165 rumah dibakar. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir