Pemerintah: 2.020 Hoaks Beredar di Medsos Terkait Covid-19

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Kementerian Komunikasi dan Informasi menemukan 2.020 kabar bohong alias hoaks yang beredar di media sosial terkait pandemi virus corona Covid-19. Info hoaks itu ditemukan selama 10 bulan terakhir.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan dari jumlah tersebut sudah ada sebanyak 1.759 unggahan hoaks yang langsung dihapus pemerintah, data ini dihimpun sejak 23 Januari - 18 Oktober 2020.

baca juga: Hari Ini, 22 Warga Tanah Datar Terkonfirmasi Positif COVID-19

"Saat ini ada sekitar 2.020 hoaks yang beredar di sosial media, kategorinya ada 1.197 (jumlah topik), dari 2.020 ini sudah di-takedown ada sekitar 1.759 hoaks ," kata Semuel dalam jumpa pers virtual dari Lawan Covid19 ID, Senin (19/10/2020).

Semuel menyebut ribuan hoaks ini sangat mengganggu berbagai upaya yang dilakukan pemerintah karena memunculkan stigmatisasi terhadap petugas-petugas yang bekerja menangani pandemi Covid-19.

baca juga: Kasus COVID-19 Melonjak, Tempat Tidur di Berbagai Rumah Sakit Mulai Penuh

"Stigmatisasi terhadap rumah sakit, tenaga medis, dan penyintas covid, serta proses yang sudah dilakukan ini yang menjadi berbahaya bagi masyarakat kalau masyarakat akhirnya membuat stigma," ucapnya.

Dia mengklaim pemerintah selalu mengedepankan tindakan pencegahan hoaks dengan melakukan literasi pandemi ke masyarakat, baru menindak secara hukum jika hoaks yang beredar sudah berbahaya dan meresahkan masyarakat.

baca juga: Pandemi Covid-19, Irwan Prayitno Minta Perkuat Sinergitas Pemulihan Ekonomi

"Kita hanya benar-benar melakukan tindakan hukum apabila itu bisa meresahkan dan berakibat ketertiban umum terganggu, itu biasanya polisi sudah mengambil langkah, tapi kami lebih senang untuk melakukan literasi," pungkas Semuel.

Sebagai informasi, saat ini pandemi virus covid-19 di Indonesia sudah menjangkiti 361.867 orang positif, 64.032 di antaranya dirawat, 285.324 sembuh dan 12.511 jiwa meninggal dunia.

baca juga: Ekonomi RI Diklaim Sudah Lewati Masa Kritis

Editor: Eko Fajri