Pelajar Bunuh Diri Diduga Depresi Belajar Daring, Ini Komentar Kemendikbud

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan angkat bicara terkait peristiwa bunuh diri seorang siswi SMA berinisial MI (16) akibat depresi belajar online di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/10/2020) kemarin.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbud, Jumeri menyayangkan peristiwa ini bisa terjadi.

baca juga: Hari Ini Total Kasus COVID di Pessel Capai 763 Orang

"Sangat memprihatinkan dan menyayangkan hal ini terjadi. Ekses sebuah perubahan selalu ada, di masa normal sebenarnya kejadian sejenis juga ada. Indonesia negeri luas dengan banyak dispatitas," kata Jumeri saat dihubungi wartawan, Senin (19/10/2020).

Dia menyebut Kemendikbud selalu berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan di daerah agar meminta para guru untuk tidak memberikan beban yang terlalu berat kepada para siswa di masa pembelajaran jarak jauh saat pandemi ini.

baca juga: Inggris Setujui Penggunaan Vaksin Covid-19 Pfizer Secara Luas

"Kami sudah bimbing guru untuk tidak bebani siswa dengan tugas berat, bisa memahami kondisi psikologis siswa, tapi implementasi kebijakan kami di lapangan memang sering tidak semulus yang kita bayangkan. Kami sudah sering berkoordinasi dengan daerah untuk memastikan pelayanan berjalan baik," ucapnya.

Sebelumnya, MI (16) nekat bunuh diri dengan meminum racun rumput karena diduga depresi akibat banyak tugas online yang diberikan sekolah .

baca juga: Ajak Turis Tak Datang ke Bandung, Ini Alasan Ridwan Kamil

Korban kerap bercerita pada teman-temannya. Perihal sulitnya akses internet di kampung. Sulitnya akses internet di kediamannya menyebabkan tugas-tugas daringnya menumpuk.

Mirisnya, MI merekam aksi bunuh dirinya dalam sebuah video. Rekaman ponsel berdurasi 32 detik itu menunjukkan detik-detik ketika korban meminum racun rumput.

baca juga: KPK Telusuri Dugaan Aliran Suap Edhy Prabowo ke Pihak Lain

Sumber: Suara.com

Editor: Eko Fajri