Komisi Satu DPRD Sumbar Sosialisasi Perda AKB di Lubuak Aluang Padang Pariaman

Sosialisasi Perda AKB di Lubuak Aluang Padang Pariaman oleh anggota Komisi I DPRD Sumbar, M. Ridwan, Senin, 19 Oktober 2020
Sosialisasi Perda AKB di Lubuak Aluang Padang Pariaman oleh anggota Komisi I DPRD Sumbar, M. Ridwan, Senin, 19 Oktober 2020 (KLIKPOSITIF/Fitria Marlina)

PADANGPARIAMAN, KLIKPOSITIF - Komisi satu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat sosialisasikan Peraturan Deerah (Perda) Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Lubuak Aluang, Kabupaten Padang Pariaman, Senin, 19 Oktober 2020.

Sosialisasi di sampaikan oleh anggota komisi satu DPRD, Muhammad Ridwan di Panti Asuhan Budi Mulya Lubuak Aluang. Sosialisasi dimulai pukul 10.00 Wib hingga pukul 12.00 Wib dengan menghadirkan masyarakat yang diharapkan bisa menjadi perpanjangan tangan dari sosialisasi ini.

baca juga: Malam Taaruf MTQ Nasional, Gubernur Sumbar Ingatkan Perda AKB

Dalam pemaparannya, Ridwan menjelaskan pencegahan dan pengendalian COVID-19 bagi perorangan dan kegiatan/usaha.

"Untuk mengendalikan dan mencegah COVID-19 bagi perorangan, maka kita harus melakukan kewajiban, diantaranya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam beraktivitas, menjaga daya tahan tubuh, melakukan wudhu bagi yang beragama Islam, menerapkan perilaku disiplin protokol kesehatan (mencuci tangan menggunakan air dan sabun, wajib menggunakan masker di luar rumah, menjaga jarak fisik, dan mengucapkan salam dengan tidak berjabat tangan), serta menerapkan karantina mandiri selama 14 hari atau sampai dengan keluarnya hasil pemeriksaan," katanya.

baca juga: Fraksi - Fraksi di DPRD Sumbar Cermati RAPBD 2021, Pendapatan dan Belanja Daerah Disorot

Muhammad Ridwan juga menekankan agar warga yang mengetahui soal Perda AKB ini agar disampaikan lagi kepada keluarga dan sanak family lainnya agar paham dan mengetahui soal ini.

"Sehingga sosialisasi ini benar-benar sampai kepada maayarakat, sehingga kesadaran kita menerapkan protokol kesehatan COVID-19 dalam kehidupan sehari-hari bisa tercapai," jelasnya.

baca juga: RAPBD Sumbar 2021 Diajukan, Ini Agenda Prioritas Mempertahankan Pertumbuhan Ekonomi

Selain pencegahan dan pengendalian COVID-19, Muhammad Ridwan juga mensosialisasikan soal sanksi administrasi dan sanksi pidana, jika melanggar Perda AKB.

"Sanksi administrasi berupa kerja sosial membersihkan fasilitas umum, denda administratif sebesar Rp100 ribu dan dikenakan denda Rp500 ribu bagi yang tidak melaksanakan karantina, serta daya paksa polisional jika tidak melaksanakan sanksi administratif kerja sosial dan denda administratif," paparnya.

baca juga: Ratusan Serikat Pekerja dan Mahasiswa Kembali Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law di DPRD Sumbar

"Karena yang hadir tadi juga influencer atau penggiat media sosial di tingkat desa dan nagari mereka masing-masing, maka kita yakin ini benar-benar akan sampai pesannya," tuturnya.

Ia berharap dengan sosialisasi yang dilakukan hingga ke lapisan paling bawah masyarakat ini, pesan soal penerapan Perda ini bisa benar-benar sampai.

Sementara salah seorang peserta, Kamek mengatakan sosialisasi Perda AKB ini sangat penting bagi kita. "Karena sebelumnya kita tidak tahu ada Perda ini, dengan telah disosialisasikan ke masyarakat, maka kita juga tahu apa yang harus dilakukan dan berbagi informasi dengan masyarakat lainnya," tuturnya.

Sosialisasi berlangsung dengan penuh keakraban dan sangat antusias. Untuk menguji pemahaman peserta yang ikut sosialisasi, Muhammad Ridwan juga membuat kuis yang berhubungan dengan Perda AKB. (*)

Editor: Fitria Marlina