Tak Punya E-KTP, Lebih 10 Ribu Warga di Lima Puluh Kota Terancam Tak Bisa Memilih

Salah satu kegiatan Bawaslu Lima Puluh Kota terkait Bimtek Penguatan Kapasitas Panwas
Salah satu kegiatan Bawaslu Lima Puluh Kota terkait Bimtek Penguatan Kapasitas Panwas (Ade Suhendra)

LIMA PULUH KOTA , KLIKPOSITIF - Sebanyak 10 ribu lebih warga Lima Puluh Kota yang tersebar di 13 kecamatan terancam tidak dapat memilih, meskipun telah terdaftar dan masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilkada 2020. Hal ini dikarenakan puluhan ribu warga Lima Puluh Kota ini tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik.

"Benar, ada sekitar 10 ribu lebih pemilih yang telah masuk dalam DPT, tapi belum memiliki KTP-EL. Kita sudah minta KPU untuk menyurati Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil agar segera menindaklanjuti," kata Komisioner Bawaslu Ismet Aljannata, Senin 19 Oktober 2020.

baca juga: Satu-Satunya Kepala Daerah, Irfendi Arbi Jadi Tokoh Inspiratif Keterbukaan Informasi Publik

Mantan Ketua KPU Kabupaten Limapuluh Kota ini juga menambahkan, pihaknya akan menyampaikan hal tersebut secara resmi ke Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota dan DPRD. Menurutnya, pihaknya segera mengirimkan surat resmi kepada Pemkab dan DPRD.

"Puluhan ribu pemilih tersebut merupakan pemilih pemula dan masyarakat yang belum mengurus identitas diri atau kependukan. Nantinya saat ke TPS, pemilih yang telah terdaftar dalam DPT dan memiliki C6 akan diminta memperlihatkan identitasnya, baik berupa KTP-EL atau Surat Keterangan (Suket) yang hanya bisa diberikan oleh Disdukcapil.

baca juga: Bawaslu Lima Puluh Kota Sebut Paslon Punya Kecenderungan Melibatkan ASN dan Wali Nagari

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Haswandi