Positif Covid-19 di Solok Capai 221 Kasus, 6 Orang Meninggal

Bupati Solok, H. Gusmal Dt. Rajo Lelo
Bupati Solok, H. Gusmal Dt. Rajo Lelo (Ist)

SOLOK, KLIKPOSITIF - Kasus positif Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Solok terus meningkat. Pada Senin (19/10/2020), pasien terkonfirmasi positif bertambah 10 orang.

"Dari sampel yang kita kirimkan, 10 diantaranya dinyatakan positif Covid-19," ungkap Juru bicara penanganan Covid-19 Kabupaten Solok , Syofiar Syam.

baca juga: Hari Ini, 22 Warga Tanah Datar Terkonfirmasi Positif COVID-19

Kasus baru didominasi oleh kaum perempuan dengan beragam latar belakang, mulai dari bidan desa, karyawan swasta, mahasiswa, Ibu Rumah Tangga hingga Aparatur Sipil Negara (ASN). Sementara pasien laki-laki ada yang Polisi dan Mahasiswa.

Hingga kini, tim Surverylans Kabupaten Solok masih melakukan tracking terhadap seluruh kontak erat. Pasien kasus baru Covid-19 menjalani karantina secara mandiri di kediaman masing-masing.

baca juga: Kasus COVID-19 Melonjak, Tempat Tidur di Berbagai Rumah Sakit Mulai Penuh

Hingga kini, tercatat total kasus Covid-19 di Kabupaten Solok sudah mencapai 221 kasus, 148 diantaranya sudah dinyatakan sembuh, 6 orang meninggal dunia, 4 orang masih dirawat dan sisanya menjalani isolasi.

Menanggapi kondisi itu, Bupati Solok H. Gusmal kembali meminta masyarakat untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan pencegahan Corona Virus Desease 2019.

baca juga: Pandemi Covid-19, Irwan Prayitno Minta Perkuat Sinergitas Pemulihan Ekonomi

Menurut Gusmal, kasus Covid-19 di Kabupaten Solok sudah menyapu 14 kecamatan yang ada, dengan kasus tertinggi di kecamatan Kubung dengan 110 kasus. Kemudian kecamatan Gunung Talang 48 kasus dan X Koto Singkarak dengan 23 kasus.

"Jika masyarakat masih saja membandel dan tidak menghiraukan protokol kesehatan, maka kasus Covid-19 berpotensi untuk terus bertambah secara signifikan," ungkapnya.

baca juga: Vaksin Covid-19 Tidak Diprioritaskan Bagi Ibu Hamil dan Anak, Kenapa?

Untuk itu, dirinya meminta masyarakat untuk tidak memandang remeh virus Corona yang hingga kini belum ditemukan obatnya. Serang virus itu, katanya, bisa dicegah dengan memakai masker, membiasakan mencuci tangan dan menjaga jarak.

"Kata dokter, virus itu menyerang sistem pernafasan, dan penularannya juga melalui droplet atau percikan air liur, untuk itu penting menggunakan masker, itu yang utama," jelasnya.

Pihaknya berharap, timbul kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, bukan karena keterpaksaan atau hanya takut dengan petugas yang razia.

"Ini demi keselamatan kita bersama, protokol kesehatan mencegah kita tertular maupun menukarkan virus Corona, ini yang harus disadari secara bersama," tutupnya.

Penulis: Syafriadi | Editor: Haswandi