Paslon Wali Kota Solok Ini Kepincut Ikuti Jejak Kepemimpinan Nasrul Abit

Calon Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Calon Wali Kota Solok Reinier dan Wakilnya Andri Maran safari politik di Rumah Gadang Reinier Datuak Mangkuto Alam, Minggu, 18 Oktober 2020
Calon Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Calon Wali Kota Solok Reinier dan Wakilnya Andri Maran safari politik di Rumah Gadang Reinier Datuak Mangkuto Alam, Minggu, 18 Oktober 2020 (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

SOLOK, KLIKPOSITIF - Pasangan calon Wali Kota Solok Reinier - Andri Maran salut dengan sosok Calon Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit . Dia kagum karena Nasrul Abit mampu membangun Pesisir Selatan , terutama pariwisata.

Hal itu diungkapkan Reinier dalam safari politik di Rumah Gadang Reinier Datuak Mangkuto Alam, Minggu, 18 Oktober 2020.

baca juga: Siapkan Program 100 Hari, NA-IC: Tidak Ada Pembohongan Publik

"Bapak Nasrul Abit berhasil membangun Pessel, mulai dari pariwisata hingga infrastruktur. Kami ingin mengikuti jejak beliau," kata Reinier.

Menurutnya, seandainya Nasrul Abit Indra Catri (NA-IC) menang dalam Pilgub Sumbar dan Reinier - Andri Maran juga menang di Pilwako Solok, hal itu akan semakin baik bagi kepemimpinan di Solok.

baca juga: Tampil Apik Pada Debat Publik Pilgub Sumbar 2020, Pengalaman NA-IC Menjadi Pembeda!

"Di provinsi Gerindra, Kami di Solok juga didukung usung Gerindra, tentu gayung bersambut. Untuk itu kepada masyarakat mari kita bulatkan tekad mendukung beliau," pintanya saat pertemuan dengan ninik mamak, alim ulama dan bundo mandi itu.

Sementara Andri Maran lebih fokus kepada pengembangan sektor pertanian di Kota Solok. Terutama pengembangan verietas beras Solok.

baca juga: Silaturahmi Paslon RA-Rudi di Painan Dipadati Massa

"Kalau niat baik kita ini dikabulkan Allah SWT pak Nasrul, saya ingin kita sama-sama menduniakan beras Solok. Ini potensi besar kita mengembangkan beras Solok," tuturnya.

Sementara itu Calon Gubernur Sumbar Nasrul Abit menyampaikannya resep akur jadi wakil dan sukses memimpin Pesisir Selatan selama dua periode.

baca juga: Debat Pilgub, Mualim: Pemimpin Harus Jadi Teladan Birokrasi

"Sebelumnya saya di Lampung, lalu tahun 2000 balik ke Pessel, menjadi wakil bupati mendampingi pak Darizal Basir. Kami akur karena saya paham betul tugas dan peran jadi wakil. Kemudian saya menjadi bupati dua periode. Tantangan saat luar biasa, ada yang mengatakan Pessel racun banyak, dukun banyak, itu kami jadikan cambuk lalu kami bangkit," katanya.

Nasrul Abit mengatakan, saat kepemimpinannya Pantai Carocok saat itu masih tempat orang buang air besar dan aktivitas melaut. Kemudian dia mulai berfikir bagaimana Carocok bisa berdaya jual dan mampu menopang ekonomi masyarakat.

"Mulailah kami tata, tak boleh lagi tacirik ka pasie (tidak boleh buang air besar ke pantai). Carocok kemudian dijadikan objek wisata keluarga. Saat ini masyarakat sudah merasakan hasilnya," ungkapnya.

Kemudahan, Nasrul Abit juga bercerita perjuangannya memekarkan nagari di Pessel. Awalnya, gagasannya ditolak Kerapatan Adat Nagari (KAN), namun setelah duduk bersama dan dijelaskan menemui kata sepakat.

"Dari 37 nagari saya mekarkan menjadi 76. Kemudian, setelah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, ninik mamak sendiri yang minta untuk dimekarkan lagi sehingga menjadi 182 nagari. Kini ratusan miliar dana desa yang mengalir ke Pessel. Nagari paling banyak di Sumbar," bebernya. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir